One Day, Again

One Day, Again

  • WpView
    Reads 539
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 10, 2025
Dulu, Mees adalah rumah yang paling Caitlin kenal. Dan Caitlin adalah dunia yang tak pernah Mees ingin tinggalkan. Tapi waktu memaksa mereka melepaskan, saat hati mereka belum siap untuk kehilangan. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi-tak sengaja, tak direncanakan. Ada jeda yang masih terasa hangat. Ada rindu yang diam-diam belum hilang. Mungkin... cinta tak pernah benar-benar pergi. Mungkin... mereka hanya butuh satu hari, untuk percaya bahwa yang dulu hilang, bisa kembali. © Hak Cipta & Penafian © 2025 oleh Anamee Seluruh isi cerita ini merupakan karya fiksi. Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak, menyalin, menerbitkan, atau menyebarluaskan sebagian atau seluruh isi cerita tanpa izin tertulis dari penulis. Segala nama tokoh, peristiwa, dan tempat dalam cerita adalah rekaan semata atau digunakan dalam konteks fiksi. Kemiripan dengan tokoh nyata, baik yang masih hidup maupun telah tiada, tidak disengaja dan sepenuhnya kebetulan. Cerita ini tidak berafiliasi dengan individu atau organisasi mana pun di dunia nyata.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [END]
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Second
  • Love at Time's Brink✔️
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • The King & The Doctor
  • I Want to Live [END]
  • Given || Ju Jihoon
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines