Senja yang Merona

Senja yang Merona

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 1, 2026
Di kota kecil yang disapu angin laut dan langit jingga setiap sore, Senara Seandra menjalani hidup sebagai siswi SMK yang tampak baik-baik saja-anak pertama yang pintar, tenang, dan selalu bisa diandalkan. Tapi di balik semua itu, ia menyimpan kehampaan yang sulit dijelaskan. Keluarga lengkap tak selalu berarti rumah yang hangat. Di balik meja makan yang ramai, Senara merasa seperti bayangan yang tak pernah cukup sempurna di mata kedua orang tuanya. Hubungannya dengan adik perempuannya, Bianca, pun lebih sering dipenuhi diam-diaman yang kaku. Di sekolah, Senara menemukan pelarian di antara teman-teman kecilnya dan pantai tempat ia sering menulis puisi dan menatap senja. Di situ ia bertemu dengan seseorang yang perlahan membongkar dinding yang ia bangun tinggi-namun seperti senja, segalanya tak pernah bisa bertahan lama. Dalam pergumulan antara menjadi anak baik, menjadi diri sendiri, dan berani mengejar yang diinginkan, Senara harus memilih: tetap menjadi "cahaya" bagi orang lain, atau akhirnya belajar mencintai cahayanya sendiri-meski itu berarti mengecewakan banyak orang.
All Rights Reserved
#31
dirisendiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines