ALYA ( Hingga Kamu Siap Menjemputku )

ALYA ( Hingga Kamu Siap Menjemputku )

  • WpView
    مقروء 133
  • WpVote
    صوت 37
  • WpPart
    فصول 35
WpMetadataReadللبالغينمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: سبت, أكتـ ٢٥, ٢٠٢٥
Alya, gadis lima belas tahun yang tinggal di desa bersama keluarga yang tak sepenuhnya memberinya pelukan, menyimpan banyak hal dalam diam. Sejak kepergian ibunya, ia tumbuh di tengah dinginnya relasi keluarga dan kerasnya realita hidup. Ayahnya bekerja jauh di Jakarta sebagai penjual bubur, dan ibu tirinya memandangnya seperti duri yang tak bisa dicabut. Segalanya berubah ketika Alya bertemu Rama, seorang pria 24 tahun yang sederhana namun penuh perhatian. Rama menjadi tempatnya bersandar, menangis, dan bercerita. Hubungan mereka pelan-pelan tumbuh di tengah ketimpangan usia dan tatapan penuh prasangka dari sekitar. Namun, ketika cinta baru seumur enam bulan, Rama memutuskan merantau bukan untuk pergi, tapi untuk bersiap kembali dan menjemput Alya setelah lulus sekolah. Sejak saat itu, keduanya harus belajar arti rindu yang panjang, perjuangan yang diam-diam, dan cinta yang harus kuat meski berjauhan. Di balik suara hadroh yang ia nyanyikan, di sela waktu kursus menjahit, dan dalam sunyi kamar kecilnya, Alya menyimpan harapan. Bahwa suatu hari, lelaki itu akan kembal, membawa restu, membawa bukti, dan menepati janji hingga ia siap menjemputnya.
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى