Saat itu aku kembali ke tempat di mana pertama kali aku-Dira-bertemu dengan dia, Rahendra.
Tepi danau ini masih sama seperti dulu. Tenang. Teduh. Hanya suara riak air yang pelan menyentuh bebatuan kecil di pinggirannya, sesekali diselingi suara burung yang pulang ke sarang. Sore menjelang senja, langit mewarnai permukaan air dengan semburat jingga keemasan.
Angin lembut menyapu rambutku, membawa serta kenangan yang selama ini kusimpan rapi. Di tempat inilah, dulu, dia duduk sendiri. Dengan earphone di telinga dan kemeja putih yang kebesaran, pandangannya lurus ke danau, seolah berbicara dengan kesunyian.
Aku ingat saat itu aku hampir saja pergi, tapi ia menoleh dan tersenyum. Senyum yang... entah mengapa menancap di ingatanku lebih lama daripada seharusnya.
Senyum lirih terlihat di wajahku sekarang. "Rahendra..." bisikku pelan, seakan berharap namanya bisa menjawab angin yang lewat.
All Rights Reserved