aku yang terluka

aku yang terluka

  • WpView
    Membaca 86
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Agt 4, 2025
Semua orang bilang cinta itu saling, tapi bagaimana kalau yang mencinta hanya satu pihak? Eca adalah gadis yang keras kepala, penuh ambisi, dan terlalu terbiasa dimengerti. Dalam pikirannya, Arga akan selalu ada-menuruti semua keinginannya, memaafkan semua egonya, dan tetap bertahan meski dia terus menyakiti. Tapi Eca lupa satu hal: hati manusia juga bisa lelah. Arga, sosok cowok pendiam dan sabar, selalu berusaha memahami Eca, bahkan saat ia sendiri tak dimengerti. Ia mencintai dengan caranya yang diam, memendam luka yang dalam, dan tetap tersenyum meski hatinya retak. Tapi sampai kapan? Ketika cinta yang tulus hanya dibalas dengan tuntutan dan emosi, Arga mulai bertanya: apakah dia masih pantas bertahan? Dan Eca pun mulai takut kehilangan, saat ia sadar tak semua orang akan selalu tinggal, bahkan yang paling mencintainya sekalipun. "Kadang yang paling egois bukan yang tak mencinta... tapi yang tahu ia dicintai, lalu mengambil segalanya tanpa pernah memberi."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan