Inner Child

Inner Child

  • WpView
    Reads 1,845
  • WpVote
    Votes 147
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 14, 2025
Buku ini bukan tentang kisah sempurna. Ini tentang rasa yang lama dipendam, suara yang dimatikan, dan luka yang dianggap biasa. Tentang jadi anak yang selalu salah, teman yang harus kuat, manusia yang terus menahan, meski di dalamnya hampir habis. Tumbuh dalam Luka, Diam dalam Salah mengajak pembaca menyelami lapisan luka yang datang dari rumah, dari hubungan, dan dari tekanan sosial yang tak selalu terlihat. Ditulis dengan gaya reflektif dan emosional, buku ini memadukan pengalaman pribadi dengan wawasan psikologi, menjadi ruang aman untuk merasa-tanpa dihakimi, tanpa dituntut untuk cepat pulih. Ini bukan panduan instan untuk sembuh. Ini tentang menamai luka, mengakuinya, lalu perlahan memberi diri sendiri izin untuk bernapas. Dilengkapi dengan kutipan psikolog, referensi buku, dan worksheet reflektif, buku ini hadir untuk siapa pun yang pernah merasa terlalu lelah jadi "baik-baik saja".
All Rights Reserved
#964
selfhealing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Pernikahan Rumit
  • Aku Kamu Dan Dia
  • A MASTERPIECE OF TRAGEDY ✓
  • One Shot Desire 21+
  • SANGGAR GSKY🐎
  • Figuran Girl [END]
  • Dewa Asmara
  • Mohan dan Raisa
  • GARWO KINASIH SANG DALANG

"Menjadi gadis normal, punya banyak teman, dan hidup tanpa membunuh. Itu impian Nea sejak kecil. Apa itu salah?" ucap gadis berusia 17 tahun yang bersimbah darah. Keinginan yang begitu sederhana namun nyawa taruhannya. ------------------------------------------------- "Dunia mungkin memburumu sebagai monster, tapi bagiku, kau hanyalah gadis kecil yang butuh es krim dan pelukan." -Leonardo Ethan Vexter- ------------------------------------------------- Bagi Dunia, dia Teratai Darah. Bagi Wolven, dia senjata. Bagi Drakfire, dia Kutukan. Bagi Vexter, dia Ancaman. Bagi Leaber, dia kunci. Bagi Ayah-nya dia Mahakarya. Bagi kakek-nya dia Hama. Bagi kakak-nya dia Eksperimen. Namun bagi Leon ... Dia bukan senjata, bukan kutukan, apalagi ancaman. Dia hanyalah seorang gadis kecil yang gemar mencuri es krim, pemilik tawa yang lebih berharga dari seluruh sahamnya. Dia hanyalah gadis yang menginginkan tempat untuk pulang. ... © February 2026 by alyzd23. All rights reserved.

More details
WpActionLinkContent Guidelines