Buku ini bukan tentang kisah sempurna. Ini tentang rasa yang lama dipendam, suara yang dimatikan, dan luka yang dianggap biasa.
Tentang jadi anak yang selalu salah, teman yang harus kuat, manusia yang terus menahan, meski di dalamnya hampir habis.
Tumbuh dalam Luka, Diam dalam Salah mengajak pembaca menyelami lapisan luka yang datang dari rumah, dari hubungan, dan dari tekanan sosial yang tak selalu terlihat. Ditulis dengan gaya reflektif dan emosional, buku ini memadukan pengalaman pribadi dengan wawasan psikologi, menjadi ruang aman untuk merasa-tanpa dihakimi, tanpa dituntut untuk cepat pulih.
Ini bukan panduan instan untuk sembuh. Ini tentang menamai luka, mengakuinya, lalu perlahan memberi diri sendiri izin untuk bernapas.
Dilengkapi dengan kutipan psikolog, referensi buku, dan worksheet reflektif, buku ini hadir untuk siapa pun yang pernah merasa terlalu lelah jadi "baik-baik saja".
All Rights Reserved