Langit Bergema di Pedang dan Hati

Langit Bergema di Pedang dan Hati

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 4, 2025
Sinopsis Di dunia persilatan yang dikuasai oleh sekte-sekte besar dan seni bela diri mematikan, Lin Xuan, pewaris satu-satunya dari Sekte Tianji yang jatuh, hidup dengan satu tujuan: membalaskan dendam atas pembantaian keluarganya. Dengan pedang warisan berdarah di punggung dan luka yang tak pernah sembuh di hatinya, ia tak peduli pada siapa pun... sampai takdir mempertemukannya dengan Yan Zhao. Yan Zhao, tabib keliling dari Sekte Qingshan yang menghindari kekerasan, ternyata menyimpan rahasia lebih dalam dari siapa pun. Tubuhnya membawa warisan kekuatan misterius yang menjadi incaran banyak sekte. Tapi di balik kelembutan dan senyum damainya, tersembunyi kekosongan-satu-satunya harapannya adalah menemukan arti keberadaan dirinya. Pertemuan mereka memicu rangkaian kejadian yang menggemparkan dunia persilatan: kitab terlarang, pedang suci yang berbicara, serta ramalan langit tentang dua hati yang saling melengkapi... atau saling menghancurkan. Di tengah konflik, pengkhianatan, dan pertarungan berdarah, akankah cinta tumbuh dari luka lama? Atau justru mereka ditakdirkan untuk saling membunuh demi langit yang bergema oleh pedang dan hati?
All Rights Reserved
#2
pendekarpedang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  "The Protector's Legacy: Love, Chaos, and the Choi Heirs
  • Stay with you? Really?
  • Changed || Caine Chana || FANFIC || S3 ON GOING
  • Just A Name
  • Force to Marry the Devil
  • Transmigrasi: Dion or Daniel (Hiatus)
  • The Baby Of Valderic
  • Ferrell Harland Natio
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • Heir of 24 Hours

Jennie mendengus, lalu masuk ke dalam mobil. Saat Lisa hendak duduk di kursi depan samping supir, Jennie tiba-tiba bersuara. "Siapa bilang kau duduk di depan? Kau duduk di belakang, di sampingku. Aku ingin melihat seberapa hebat 'pahlawan' pilihan Appa ini saat aku sedang merasa bosan," perintah Jennie dengan nada meremehkan. Lisa terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Baik, Nona."

More details
WpActionLinkContent Guidelines