⚠️ PERINGATAN KONTEN ⚠️
Novel ini mengandung unsur kekerasan ekstrem, pembunuhan sadis, kanibalisme, penyiksaan, serta deskripsi grafis yang dapat mengganggu sebagian pembaca.
! Harap bijak sebelum membaca!.
Tidak disarankan untuk pembaca di bawah usia 18 tahun, atau yang sensitif terhadap kekerasan dan trauma psikologis.
Pembaca adalah penanggung jawab atas pengalaman membacanya.
Sebuah kota kecil bernama Duskar Hill diguncang teror sadis setelah serangkaian pembunuhan brutal terjadi-korban dikuliti, dipotong hidup-hidup, lalu bagian tubuhnya dikirim ke rumah warga dalam kotak kayu berukir kata:
> "SELAMAT MENIKMATI."
Yang lebih mengerikan, tiap potongan daging dimasak dan dimakan tanpa sepengetahuan warga yang menerimanya. Tak ada saksi. Tak ada sidik jari. Tak ada darah di TKP.
Namun satu hal mengganggu penyelidikan: semua korban memiliki masa lalu kelam yang tidak diketahui publik, seolah-olah si pembunuh tahu semuanya.
Warga mulai saling curiga.
Setiap orang menyimpan rahasia.
Dan pembunuhnya? Tak pernah terlihat. Tapi semua orang berkata:
> "Aku pernah melihat wajahnya. Dia mengenakan topeng dari wajah manusia lain."
Sebagai anak magang di laboratorium penelitian mutakhir, Selene tahu pekerjaannya tidak akan mudah. Tapi dia tidak pernah menyangka harus berhadapan dengan Axel-vampir berbahaya yang dikurung dengan rantai berat, tatapannya tajam dan penuh kejengkelan.
"Nah, manusia lain." Suaranya datar sebelum dia memutar mata, seolah keberadaan Selene hanyalah gangguan kecil dalam hari-harinya yang panjang.
Ilmuwan disini ingin memahami kekuatannya, mengungkap misteri yang membuatnya berbeda. Tapi Selene? Dia hanya ingin menemukan cara agar bisa bertahan... dan mungkin, mendekatinya tanpa menjadi target berikutnya.