Story cover for MR.MASKED CHEF  by _SELSEMA
MR.MASKED CHEF
  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Aug 04, 2025
⚠️ PERINGATAN KONTEN ⚠️

Novel ini mengandung unsur kekerasan ekstrem, pembunuhan sadis, kanibalisme, penyiksaan, serta deskripsi grafis yang dapat mengganggu sebagian pembaca.
  ! Harap bijak sebelum membaca!.
Tidak disarankan untuk pembaca di bawah usia 18 tahun, atau yang sensitif terhadap kekerasan dan trauma psikologis.
Pembaca adalah penanggung jawab atas pengalaman membacanya.

       Sebuah kota kecil bernama Duskar Hill diguncang teror sadis setelah serangkaian pembunuhan brutal terjadi-korban dikuliti, dipotong hidup-hidup, lalu bagian tubuhnya dikirim ke rumah warga dalam kotak kayu berukir kata:

> "SELAMAT MENIKMATI."

Yang lebih mengerikan, tiap potongan daging dimasak dan dimakan tanpa sepengetahuan warga yang menerimanya. Tak ada saksi. Tak ada sidik jari. Tak ada darah di TKP.

Namun satu hal mengganggu penyelidikan: semua korban memiliki masa lalu kelam yang tidak diketahui publik, seolah-olah si pembunuh tahu semuanya.

Warga mulai saling curiga.
Setiap orang menyimpan rahasia.
Dan pembunuhnya? Tak pernah terlihat. Tapi semua orang berkata:

> "Aku pernah melihat wajahnya. Dia mengenakan topeng dari wajah manusia lain."
All Rights Reserved
Sign up to add MR.MASKED CHEF to your library and receive updates
or
#24cult
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
🍀 AKSAMALA (PondPhuwin) | ENDING  cover
Netra : The Untold Story cover
Intel Bucin cover
Hello, Mr. Mafia! cover
The Antagonist [ Segera Terbit ] cover
Beautiful Psychopath Extra [END] cover
Transmigrasi Liana cover
SHEA SANG FIGURAN cover
Shadow in the Lab cover
Bound to Him cover

🍀 AKSAMALA (PondPhuwin) | ENDING

41 parts Ongoing

"Hah? Dijodohin? Gamau ah, emangnya ini jaman Siti Nurbaya?" Ucap Phuwin kepada ibundanya. "Tidak boleh menolak sayang, percaya deh sama bunda kamu pasti suka." Ucap bunda sembari kembali mencocokkan beberapa jas di badan Phuwin. "Kenapa bunda ga tanya Phuwin dulu?" "Karena kalau bunda tanya dulu, jawaban kamu ga akan sesuai sama yang bunda mau. Sudah jangan banyak mengeluh, nurut sama bunda." Skakmat, Phuwin akhirnya hanya bisa pasrah dengan ibundanya. WARNING! - LGBTQ area - PondPhuwin area - 1821+ area - Mengandung kekerasan dan kata kasar - Cerita ini hanya rekayasa penggemar tidak bermaksud sindiran ataupun sugesti hal keburukan, apabila ada kesamaan nama, tempat, alur dan waktu maka hal tersebut adalah sebuah kebetulan dan tanpa adanya kesengajaan.