serpihan kaca

serpihan kaca

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Aug 5, 2025
Kalau boleh jujur, aku udah nggak tahu rasanya jadi anak baik sejak umur 11 tahun.Waktu teman-temanku masih sibuk belajar sepeda atau ngumpulin stiker, aku belajar cara pura-pura bahagia di ruang tamu yang penuh suara teriakan. Ayahku teriak, ibuku balas. Kadang gelas ikut pecah. Kadang aku yang ikut pecah. Rumah bukan tempat pulang.Lebih mirip seperti lorong gelap yang nggak punya ujung. Dan sejak perceraian itu, aku bukan siapa-siapa. Cuma anak yang salah lahir di waktu yang salah. Ayah punya keluarga baru, ibu sibuk kerja sampai lupa cara memeluk. Kak Naka satu-satunya yang masih bisa bikin aku tahan.tapi dia juga pelan-pelan hilang.Sejak kuliah, dia jarang pulang. Katanya sibuk. Katanya capek. Tapi aku tahu dia juga muak lihat rumah ini. Dan di titik ini, aku cuma pengen lari,entah ke mana, asal jauh dari hidup yang rasanya udah kayak serpihan kaca tajam, menyakitkan, dan nggak bisa disusun lagi.
(CC) Attrib. NonCommercial
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ONE SHORT STORY 21+
  • ONESHOOT 1821+
  • SLAVE🔞 (END)
  • 𝑨𝑵𝑮𝑲𝑨𝑺𝑨 𝑿 𝑳𝑬𝑨𝑴
  • Third Person
  • ​The Emperor's Triple Trouble (Season 2)
  • one shoot
  • Brother 21+
  • Whispers In The Dark
  • Jevano William

Warning alert! Harap bijak dalam memilih bacaan. Cerita ini sudah ditandai sebagai 21+ mengandung kata kata kasar, kekerasan yang tidak diperuntukan untuk anak dibawah umur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines