MADYANTARA [On Going]

MADYANTARA [On Going]

  • WpView
    Reads 64,334
  • WpVote
    Votes 6,643
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 7, 2026
"Tak semua yang tertulis dalam sejarah, adalah kebenaran." Bagaimana jika kalimat diatas, merupakan suatu fakta tersembunyi dari sejarah yang selama ini kita ketahui? Kirana. Seorang Mahasiswi jurusan Ilmu Sejarah yang sedang menjalankan penelitian tugas akhir nya, terjebak di masa lalu setelah ia mendengar permintaan tolong dari salah satu patung perempuan yang ada di museum tempat ia meneliti. Dikirimnya ia ke masa lalu tentu membawa tugas yang jelas, yaitu membersihkan nama baik sang patung sekaligus mengungkapkan kebenaran yang selama ini terkubur dalam catatan sejarah. Namun berada di masa lalu membuat Kirana menyadari bahwa kebenaran tak selalu sesederhana yang ia bayangkan, terlebih ketika hatinya ikut terikat pada sesuatu yang tak seharusnya terjadi. Mampukah Kirana menyelesaikan tugas itu? . . . "Mungkin jika orang-orang mendengar cerita ini, mereka akan menganggap ku gila." "Kalau begitu, ceritakan saja semuanya padaku. Aku tidak akan pernah menganggap mu gila, Kirana."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • DWIPANTARA; Melati ing Mataram
  • KINANTI
  • KARMA PHALA (TAMAT)
  • PITALOKA (Revisi) ✓
  • Vilvatikta
  • LANGIT MAJAPAHIT
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • TEMBANG SEMARA
  • Cinta Bertakhta [TAMAT]

Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak mana pun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI

More details
WpActionLinkContent Guidelines