PRAHARDI

PRAHARDI

  • WpView
    Reads 221
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 28, 2025
"Karena cinta saja tidak pernah cukup, Pra." Kalimat sederhana itu menggantung begitu pelik di tenggorokanku, membuat suara ini tercekat sesaat tiap kali aku ingin berbicara denganmu. Pra, hatiku hilang. Lupa jalan pulang. Kalau saja rindu yang terlepas dapat ku jumlahkan, entah berapa banyaknya yang kutitipkan. Di sela-sela daun, lewat semilir angin, lewat embun, lewat rintik hujan yang dingin dan tiap-tiap langit kupandangi untuk disampaikannya kerinduan itu pada satu nama yang masih sama. Sayangnya, rindu kali ini serupa udara yang berkali-kali harus kau hembuskan juga. Pra, apakah cinta itu benar-benar buta? Hingga menyebut namanya saja aku kembali menggoreskan tinta. Untuk mengenang Prahardi, aku kembali berteman dengan segenap raib yang bersembunyi di pilunya hati. @literary_escapist
All Rights Reserved
#16
aboutyou
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • eudaimonia
  • Semua Memukul (✅)
  • My Wish
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • Rembulan Yang Sirna

Aku tidak menulis ini untuk semua orang. Hanya untuk kamu- yang pernah merasa hilang, tapi bahkan tidak tahu ke mana harus pulang. 365 hari. 365 puisi. Tanpa jeda. Awalnya, ini hanya tentang menulis... lalu selesai. Tapi semakin jauh, aku mulai sadar- seperti ada sesuatu yang ikut menulis bersamaku. Sesuatu yang lebih jujur tentang luka daripada yang berani kita akui. Kalau kamu pernah: • tersenyum, tapi kosong • dikelilingi banyak orang, tapi tetap sendiri • atau hidup... tanpa benar-benar merasa hidup hati-hati. Buku ini bisa terasa terlalu dekat. Di dalamnya ada: luka yang tak sempat diberi nama, rindu yang kehilangan alamat, dan doa-doa yang hanya berani hidup dalam diam. Ini bukan sekadar tulisan. Ini jejak. Atau mungkin... pengakuan. Beberapa orang bilang, ada bagian yang terasa seperti ditulis khusus untuk mereka. Kebetulan? Atau... kamu yang memang sedang dipanggil? Mulai dari hari pertama. Kalau tidak ada yang kamu rasakan, kamu bebas pergi. Tapi kalau kamu memilih untuk tetap tinggal- bersiaplah. Karena mungkin, yang perlahan berubah bukan kata-katanya... melainkan kamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines