"Karena cinta saja tidak pernah cukup, Pra."
Kalimat sederhana itu menggantung begitu pelik di tenggorokanku, membuat suara ini tercekat sesaat tiap kali aku ingin berbicara denganmu. Pra, hatiku hilang. Lupa jalan pulang. Kalau saja rindu yang terlepas
dapat ku jumlahkan, entah berapa banyaknya yang kutitipkan. Di sela-sela daun, lewat semilir angin,
lewat embun, lewat rintik hujan yang dingin
dan tiap-tiap langit kupandangi untuk disampaikannya kerinduan itu pada satu nama yang masih sama.
Sayangnya, rindu kali ini serupa udara yang berkali-kali harus kau hembuskan juga.
Pra, apakah cinta itu benar-benar buta? Hingga menyebut namanya saja aku kembali menggoreskan tinta.
Untuk mengenang Prahardi, aku kembali berteman dengan segenap raib yang bersembunyi di pilunya hati.
@literary_escapist
Leonids, peristiwa hujan meteor yang sangat indah ini menggambarkan bagaimana magisnya daya tarik bumi bagi para asteroid. Mereka rela meluncur menuju bumi, menembus lapisan atmosfer padahal seluruh Tata Surya sudah memperingati mereka bahwa mereka akan hancur berkeping-keping tanpa sempat mendarat di bumi.
Mungkin begitulah magisnya daya tarik seorang Rangga Banyu Sasongko di hadapan para wanita. Walaupun tanda-tanda red flag sudah bertebaran di mana-mana, tapi mereka memilih buta warna dan nekat menembus semua lapisan pelindung yang akhirnya menghancurkan para pemuja sang Don Juan sehancur-hancurnya.
Namun bagaimana jika pada akhirnya terjadi sebuah peristiwa besar di dalam hidup Rangga yang membuat lelaki itu menyadari bahwa dosa-dosa yang dibuat selama ini sedang mengejarnya dan menghantam seseorang yang sangat penting bagi hidupnya?
Selamat menikmati Leonids! Selamat menonton hujan meteor yang indah yang penuh kisah!
yours truly,
Diosas