Enemies to Lovers

Enemies to Lovers

  • WpView
    Reads 5,589
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 30, 2025
Lemiora High School memiliki dua hal yang selalu jadi pusat perhatian: Aturan-dan mereka yang melanggarnya. Harvy Marvelix Vaughan, Ketua OSIS paling disiplin sepanjang sejarah Lemiora, percaya bahwa keteraturan adalah fondasi segala prestasi. Baginya, sekolah harus berjalan seperti mesin: rapi, tenang, tanpa gangguan. Sayangnya, ada satu gangguan yang tak bisa ia matikan. Azalea Eva Caliastara. Gadis itu hidup seolah aturan dibuat untuk yu ditertawakan. Setiap langkahnya adallgan, setiap ucapannya adalah provokasi. Dan entah kenapa, Harvy selalu menjadi targetnya-atau mungkin justru sebaliknya. Di balik tatapan saling tuding, ada ketegangan yang tak bisa dijelaskan. Pertengkaran demi pertengkaran justru membawa mereka ke medan yang lebih rumit dari sekadar peraturan sekolah: perasaan. Karena ketika dua kutub yang sama-sama dominan bertabrakan, satu hal pasti terjadi-entah kehancuran, atau sesuatu yang tak pernah mereka rencanakan.
All Rights Reserved
#126
harryvaughan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines