Director's Cut

Director's Cut

  • WpView
    Membaca 909,761
  • WpVote
    Vote 65,650
  • WpPart
    Bab 57
WpMetadataReadDewasaLengkap Sel, Jan 13, 2026
Sudah dua tahun Kinasih meninggalkan Ibu Kota, fokus melaksanakan tugas sebagai kepala keluarga di kampung halamannya, dan menikmati hari-hari yang minim cerita. Sampai seorang sutradara datang, ingin menyewa rumah keluarga Kinasih untuk dijadikan lokasi syuting film terbarunya. Selain mewujudkan visi untuk film perdananya, sutradara itu menjadikan Kinasih sebagai visi barunya. Siapa sangka, mendekati Kinasih rupanya lebih menantang. * "Umur 25 harusnya sukses, ini malah dideketin om-om." "Bukan om," sanggah Regar. "Abang."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Seri

Celebrity Series

  • Rumor
    31 bab
  • Perfect Wife
    43 bab
  • Unwritten Desire
    55 bab
  • Romance Recast (TERBIT)
    48 bab
  • 57 bab
  • Love Later
    28 bab
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • Be My Wife
  • The Last Yes!
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • The Villain Mother
  • Hello, KKN!
  • My Celestia [ON GOING]
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan