Elise
  • WpView
    Reads 6,076
  • WpVote
    Votes 273
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 12, 2025
Elise Anoushka Hart, harus menelan kepahitan ketika mendengar perkataan ayahnya, Peeter Hart, yang menyalahkan dirinya atas kematian sang ibu, Elina. *** Sejak lahir, Elise telah kehilangan sosok ibu. Elina meninggal setelah melahirkannya, meninggalkan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Elise tumbuh dengan perasaan bersalah, meski sebenarnya bukan salahnya. Di usia remaja, Elise merasakan indah sekaligus perihnya cinta pertama. Dengan berani, ia menyatakan perasaannya pada seorang pria. Namun, yang ia dapatkan hanyalah penolakan. Dua tahun lamanya ia berusaha melupakan perasaan itu, menutup luka yang tersisa. Di usianya yang ke-19, Elise menapaki kehidupan baru sebagai mahasiswi di universitas ternama. Namun, siapa sangka, kalau ia kembali dipertemukan dengan pria yang pernah menjadi cinta pertamanya, Edward Danov Luther. Pertemuan itu mengguncang hati Elise. Ia sudah berusaha menjaga jarak, namun Edward seakan selalu hadir di sekelilingnya. Lebih membingungkan lagi, sikap Edward yang penuh perhatian kepadanya, seakan memberinya harapan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines