Sin and Silk: The Obsession Murders

Sin and Silk: The Obsession Murders

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 9, 2025
*Ketika kenangan, rahasia, dan hasrat menari dalam satu putaran, menyisakan jejak darah yang membekas dan tak akan pernah lenyap* Avicenna Montgomery merasa hidupnya sudah sangat ideal: punya pekerjaan yang dia minati, istri yang cantik dan mencintainya, dan uang yang mengalir tanpa kendala ke rekeningnya. Semuanya terkendali sampai suatu sore seorang teman polisi memanggilnya, bukan ajakan nongkrong atau minta bantuan. Melainkan menuntutnya untuk menulusuri kembali masa lalu yang telah lama ia lupakan: kekasih-kekasih masa lalu yang mati, hilang, mungkin juga... menunggu giliran. 🚨🚨Slow-burn🚨🚨 🚨alur lambat🚨
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • My Perfect Model ( Republish )
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Hello, Mr. Mafia!
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Shadow in the Lab
  • Fraktal Rahasia
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Defiant [END]

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines