Story cover for Percik Kecil by Halfishkim
Percik Kecil
  • WpView
    Bacaan 8
  • WpVote
    Undian 0
  • WpPart
    Bahagian 4
  • WpView
    Bacaan 8
  • WpVote
    Undian 0
  • WpPart
    Bahagian 4
Cerita Lengkap, Pertama kali diterbitkan Ogo 05, 2025
Bukan semua yang retak harus meledak. Kadang, cinta bisa padam tanpa teriakan-cuma diam yang pelan-pelan jadi akhir.

Naya dan Reno pernah jadi dua orang yang saling hafal satu sama lain. Tapi waktu dan jarak emosional bikin semuanya memudar. Tanpa perpisahan yang jelas, tanpa pertengkaran besar-mereka hanya tumbuh ke arah yang berbeda.

Setahun setelah "percik kecil" itu padam, semesta mempertemukan mereka kembali. Bukan untuk memperbaiki. Tapi untuk saling mengakui: bahwa pernah ada rasa yang hangat, meski kini tinggal kenangan.

Cerita ini bukan soal siapa yang salah. Tapi tentang bagaimana sesuatu bisa selesai, tanpa kita sadari.


------

Terinspirasi dari lagu "Percik Kecil" - Bernadya, JKT48
Hak Cipta Terpelihara
Daftar untuk menambahkan Percik Kecil pada pustaka anda dan menerima kemas kini
atau
#488dramaromantis
Garis Panduan Isi
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
"Beneath Her Forbidden Touch" cover
One-shot cover
One Shoot my baby KIM SUNOO🔞! cover
Change The Plot (Niel)   cover
REZELLA [End] cover
The Wolfe's Countdown cover
Oneshoot cover
Whispers In The Dark cover
BACKSTREET  cover

"Beneath Her Forbidden Touch"

58 bahagian Sedang Ditulis

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.