Across The Windows

Across The Windows

  • WpView
    Dibaca 1,696
  • WpVote
    Vote 150
  • WpPart
    Bab 13
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Apr 5, 2026
WpInfo
Fiksi Penggemar
BOYNEXTDOOR
[π—™π—’π—Ÿπ—Ÿπ—’π—ͺ π—”π—žπ—¨π—‘ 𝗔𝗨𝗧𝗛𝗒π—₯ π—§π—˜π—₯π—Ÿπ—˜π—•π—œπ—› π——π—”π—›π—¨π—Ÿπ—¨ π—¦π—˜π—•π—˜π—Ÿπ—¨π—  π— π—˜π— π—•π—”π—–π—”] Terjebak dalam zona adik-kakak merupakan hal paling mengerikan yang pernah seorang Naylila Putri Genandra rasakan. Sikap cowok yang menjadi tetangga sebelah rumahnya tak pernah gagal membuat gadis itu jatuh hati setiap harinya. Kelembutan, perhatian, serta kasih sayang yang selalu diberikan cowok itu berhasil membuatnya berpikiran bahwa tetangganya itu juga memiliki perasaan yang sama sepertinya. Namun, pernyataan tegas dari Naufal Hakim Pramudya, yang tak lain adalah tetangganya itu, berhasil memukul telak gadis itu dengan kenyataan. Pada malam itu, di bawah sinar bulan, pengakuan gamblang dari Naylila Putri Genandra harus berakhir dengan retakan-retakan kecil dalam hatinya. "Kak Hakim, aku suka sama kakak. Selama ini, kakak punya perasaan yang sama kayak aku, kan?" "Astaga... Lila, aku nganggep kamu cuman sebatas adik, nggak lebih. Kenapa kamu bisa mikir sampai kesana sih?" Ikuti kisah mereka yang akan penuh dengan canda, tawa, tak lupa juga tangis. August, 25
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#697
boynextdoor
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. β€‹βŠΉ ΰ£ͺ οΉπ“ŠοΉπ“‚οΉβŠΉ ΰ£ͺ Λ–βŠΉ ΰ£ͺ οΉπ“ŠοΉπ“‚οΉβŠΉ ΰ£ͺ Λ– WARNING ⚠ - bΓ—b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan