bukan dia, bukan aku

bukan dia, bukan aku

  • WpView
    GELESEN 7
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Aug. 6, 2025
Jangan lupa baca karya ku dan puisi ku di karyayakasa ya Hamreya741@gmail.com . > Dua orang duduk berdampingan-tersenyum, tertawa, dan berbagi cerita seperti sahabat sejati. Tapi satu surat mengubah segalanya. Surat itu terlihat seperti cinta... tapi isinya ancaman. Tulisan di dalamnya terlalu sempurna, terlalu familiar-seperti tulisan tangan yang pernah dia kenal... atau mungkin miliknya sendiri? Kini mereka saling menyapa seperti biasa, seolah tidak ada yang berubah. Tapi di balik setiap kata, ada permainan. Di balik setiap senyuman, ada pisau. Pertanyaannya bukan lagi "siapa teman dan siapa musuh". Tapi: . > Siapa yang duluan jatuh dalam jebakan-dan siapa yang sebenarnya tidak pernah berniat bertahan hidup? Cerita ini bukan tentang mereka. Tapi lewat mereka... kau akan diarahkan ke teka-teki yang jauh lebih dalam. Jangan percaya apapun yang terlihat. Bahkan tidak dengan siapa yang kau pikir adalah tokoh utama.
Alle Rechte vorbehalten
#59
kelam
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien