"LUKA"  Mari Pulang

"LUKA" Mari Pulang

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 3, 2025
Di sebuah sekolah dasar bernama SDN Tunas Citra, lima anak kecil diam-diam memikul beban yang terlalu besar untuk tubuh sekecil itu. Mereka bukan anak-anak biasa, setidaknya bukan dalam arti yang dipahami dunia. Ada Raka, anak orang kaya yang tak pernah benar-benar dicintai. Ada Zain, bocah yang selalu dicap nakal, padahal rumahnya adalah tempat paling menakutkan di dunia. Ada Mika, si pintar yang hidup dalam bayangan dan tekanan. Ada Nisa, gadis pemalu yang gagap dan takut bicara. Dan ada Lula, si bunga kecil yang sedang menunggu waktunya dipetik oleh langit. Lima anak ini bertemu bukan karena takdir, tapi karena luka mereka saling memanggil. Di balik tembok sekolah, di sebuah tempat rahasia yang mereka sebut Taman Retak, mereka mulai belajar bahwa dunia tidak sehitam itu. Bahwa meski tak bisa memilih keluarga, mereka bisa memilih satu sama lain. Ini bukan cerita tentang pahlawan. Ini kisah tentang anak-anak yang lelah. Tentang luka yang tak bisa sembuh, tapi bisa saling dipeluk, dan pada akhirnya, saat seseorang di antara mereka harus pergi, mereka belajar bahwa rumah bukan selalu bangunan, tapi hati tempat seseorang ingin pulang.
All Rights Reserved
#545
anak-anak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • ATMA FATAMORGANA
  • Unexpectedly Yours
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • MOTHER
  • Stealing My Husband
  • My Step Mom? [END] ✔️ - REVISI

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines