Penyesalan selalu ada di akhir, dan sekarang aku berada di posisi penyesalan ini. aku terlalu bodoh dalam berpikir dan mengorbankan anak- anakku hanya karena kepentingan diriku sendiri. setiap teriakan, air mata. selalu terngiang-ngiang di kepalaku seperti kaset yang diputar terus-menerus.
Jika dibandingkan dengan iblis jahat mungkin aku lebih jahat dari iblis itu. Aku manusia yang tak punya hati, tak punya kemanusiaan, selalu menyakiti anak- anak ku yang tak tau salah mereka dari mana.
Anak - anak menganggap ayahnya sebagai pahlawan, superhero untuk dirinya, sedangkan aku, aku bukan pahlawan untuk anak-anak ku, aku hanya iblis yang bertopeng kan manusia.
Namun seluas apa hati mereka, mereka sama sekali tak membenciku. Di saat aku memarahi mereka, memukul mereka. bagi mereka aku adalah seorang pahlawan, pahlawan?
Pahlawan seperti apa yang selalu memukul anaknya tanpa sebab.
Mungkin jika orang melihat perilaku ku terhadap anak-anak ku, mereka akan berkata "kau tak pantas di panggil ayah" mereka akan berkata seperti itu. namun anak anakku selalu berkata "kami sayang sama bapak, kami akan selalu sama bapak"
By: mutyyaww
🖋️07 Agustus 2025
All Rights Reserved