Bukan Kamu Tapi Takdir

Bukan Kamu Tapi Takdir

  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 20, 2025
Nayra Keirani. Seorang penulis yang akhirnya menjadi editor sebuah penerbit ternama di Jakarta. Di usianya yang menginjak 24 tahun, tiba-tiba orang tuanya menawarkan sebuah perjodohan. Arash Narendra. Seorang pengusaha kafe unik di Jakarta. Usianya 27 tahun. Di usianya yang sudah matang, ia mencoba untuk menjalin komitmen. Nayra bimbang setelah pertemuannya dengan si lelaki pilihan orang tuanya. Di satu sisi, ia masih belum bisa melupakan seseorang di masa lalu. Tapi ia tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. Arash masih terluka. Tapi ia tak mau berlarut-larut dan memilih untuk membuka hati pada perempuan yang menarik perhatiannya di awal pertemuan mereka. *** "Aku enggak janji bisa buka hati sekarang." Nayra berkata dengan sedikit keraguan. "Tapi aku mau mencoba, Ar." "Aku enggak butuh janji, Nay. Aku hanya ingin tahu, kamu mau menerima tawaran ini atau nggak." Diam sejenak. Lalu Nayra mengulurkan tangan ke tengah meja. Arash ragu sesaat, lalu menyambutnya. Image in cover by Pinterest Edelweiss95 © Copyrights 2025 Rank #5 - romansaindonesia / 19 Agustus 2025
All Rights Reserved
#115
romansaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Nala dan Mas Juragan

Tania Ivana Prameswari sudah punya segalanya: followers jutaan, endorsement melimpah, dan wajah viral di TikTok. Tapi sayangnya, satu hal yang belum bisa dia "beli" dengan popularitasnya adalah ... ACC dari Elio Pradipta Komara, dosen killer dengan wajah rupawan dan mulut sepedas cabe rawit. Mahasiswa fakultas hukum menyebutnya Mr. Komrad, bukan karena dia ramah, tapi karena gayanya yang otoriter, dingin, dan katanya ... hatinya sudah dicabut negara. Sialnya, Tania harus menyelesaikan skripsinya di bawah pengawasan Elio, sang algojo akademik. Tiap halaman direvisi, tiap argumen dicabik, tiap senyumnya dibalas datar. Tapi Tania bukan selebgram sembarangan, dia sudah bertekad lulus tahun ini, walau harus pasang infus atau jual semua skincare. Namun segalanya berubah ... saat Tania terjebak di dalam lift bersama Mr. Komrad. Yang ada hanya dua manusia dengan ego besar, tensi tinggi, dan... satu rahasia kecil yang bisa mengubah segalanya. Apakah Tania akan tetap membenci Mr. Komrad? Atau justru mulai melihat sisi lain dari dosen paling menyeramkan se-fakultas hukum?

More details
WpActionLinkContent Guidelines