We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
OBSESSED

OBSESSED

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Kau sudah bangun,?" Gadis itu berjalan menghampiri lelaki yang baru saja mendudukkan diri nya. "Ayo makan dulu," ajak gadis itu lalu mengambil tangan nya. Lelaki itu dengan kasar menarik tangan nya kembali dan menatap datar gadis itu,ia berdiri dari tempatnya mengambil tas nya dan menatap gadis itu. "Kau terlalu berani," geram nya. Ia mengerutkan kening nya lalu tersenyum saat sadar apa yang di maksud oleh lelaki itu,kakinya melangkah pelan mendekat ke arah lelaki itu. Jari lentiknya menyentuh dada bidang lelaki dan menyeringai. "Kalau semuanya untuk diri mu, untuk apa takut?,"balas nya. Lelaki itu memajukan wajah nya,sangat dekat dengan gadis itu lalu mendesis tajam. "Berhenti sebelum kau menyesal!," Lelaki itu segera menjauh dan pergi meninggalkan rumah itu. Ia melipat kedua tangannya di depan dada,tersenyum kecil. "Sayang nya tidak akan pernah,sampai kapan pun aku akan terus berusaha untuk mendapatkanmu Ten!," gumam nya. ##wihh baru baca prolog nya apa kalian gak penasaran nihh,,ayo lanjut masuk,selidiki kisah mereka berdua di dalam😉😉
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines