"Berhati-hatilah. Begitu langkahmu terpeleset dan kau terjatuh, tak ada jalan kembali. Kau akan terperangkap, terikat pada alur yang terus berputar, sebuah cerita yang tidak pernah mau melepaskan siapa pun yang sudah berani masuk ke dalamnya."
Tara hanya ingin tiga juta rupiah dan tidur nyenyak. Sebuah tantangan konyol dari sahabatnya memaksanya membaca sebuah novel yang katanya "romantis", namun berakhir sebagai kisah paling brutal yang pernah ia baca tentang pengkhianatan, kekuasaan, dan racun jiwa.
Saintess suci yang dipuja rakyat, dipaksa menikahi Duke paling ditakuti seantero kerajaan. Bukan karena cinta, tapi karena ambisi. Ketika kekuatan sang Saintess lenyap, ia dibuang, disiksa, dan akhirnya dihukum mati setelah dituduh berselingkuh... padahal semua itu bagian dari rencana sang Duke.
Tara tertidur di tengah cerita, mengutuk jalan ceritanya yang tragis.
Namun saat terbangun, ia tidak lagi berada di kamarnya. Ia berada dalam novel itu. Di dalam tubuh sang Saintess.
*********
Beberapa hari kemudian, ia mencoba melarikan diri. Tapi sang Duke menemukan dan menghukumnya.
"Kau tidak bisa berjalan selama tiga bulan," ucap sang Duke, membopong tubuh Tara yang lumpuh tanpa ampun. "Kau akan butuh bantuan ku. Kau akan selalu berada di sekitarku."
Ia meletakkan tubuh Tara di pangkuannya saat duduk di kursi kerja, membelai rambut emasnya yang gemetar.
"Aku... membenci mu... hiks..." isak Tara lirih, tangan lemahnya memukul pelan dada pria itu, pria yang telah mencekokinya dengan ramuan yang melumpuhkan tubuhnya.
Namun Duke hanya tersenyum.
"Menangis lah," bisiknya tenang, jarinya menyeka air mata yang mengalir di pipi Tara. "Tangisan membuatmu lebih cantik."
"Kalau kamu jadi Tara, apa kamu akan bertahan... atau menyerah?"
Tüm hakları saklıdır