Sela di Batas Senja

Sela di Batas Senja

  • WpView
    Membaca 979
  • WpVote
    Vote 226
  • WpPart
    Bab 22
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mar 8, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Kamu perempuan paling kejam, Ka." Ungkapan itu membuat dadanya bergemuruh. Ketika netranya tak lagi berani menatap mata yang sejak lama ia rindukan. Bayangan mereka memanjang, bersamaan dengan mentari yang mulai tenggelam. Dingin dari sisa-sisa hujan menggulung keheningan. Angin berhembus pelan menyapu surai hitam panjang yang berkilau terkena cahaya jingga keemasan. Gelap yang akan segera datang, seakan mencabik-cabik sepi yang tak kunjung berakhir. Mereka bertemu lagi. Di batas senja tanpa suara, di persimpangan antara rasa dan luka. Dan hari itu, kegelapan menyambut mereka. Entah akan disusul oleh bulan yang bersinar terang atau mendung malam yang berkepanjangan. - 𝑺𝒆𝒍𝒂 𝒅𝒊 𝑩𝒂𝒕𝒂𝒔 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂 -
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#288
sangwon
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan