Settle

Settle

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 6, 2025
Dulu, yang diinginkan hanyalah cepat dewasa. Karena jadi dewasa terlihat menyenangkan. Ingin tumbuh. Ingin bebas. Namun ternyata, jadi dewasa rasanya seperti lari tanpa tahu garis finish-nya di mana. Lelucon mana yang menyatakan bahwa dewasa adalah hal yang menyenangkan? Secara fisik, hidup ini tetap berjalan. Tapi di dalamnya, hanya setengah yang benar-benar terasa hidup. Sisanya kosong. Tidak ada sorotan. Tidak ada panggung. Bukan tokoh utama. Hanya satu dari sekian banyak yang berusaha terlihat cukup. Karena kadang, tidak tahu arah bukan berarti tersesat. Hidup tidak selalu kacau, tapi juga tidak baik-baik saja. Segalanya berjalan seadanya. Rutinitas dilakukan bukan karena ingin, namun karena memang itu yang perlu dilakukan. Segalanya terasa netral. Datar. Sepi. Dan anehnya, rasa itu mulai menjadi kebiasaan. Hingga, seseorang datang. Bukan dengan janji manis. Bukan dengan pelarian. Tapi hadir dengan tenang, tak terburu-buru dan bukan untuk menyelamatkan hidup seseorang yang tengah diambang kematian. Hanya saja seseorang yang bersedia duduk di samping, diam, dan ada. Tanpa paksaan. Dan sejak kehadirannya itu, hidup yang tadinya terasa hanya setengah, perlahan mulai mempunyai arti. Bukan karena ia menyelamatkan dari luka yang lama dipendam, Tapi karena akhirnya ada yang melihat, bukan sebagai angka, bukan sebagai latar belakang, melainkan sebagai manusia seutuhnya. Yang meskipun tak sempurna, tetap layak untuk didengar, untuk ada, untuk tinggal. Bukan lagi fisik yang sekilas dilirik, lalu dilupakan. Kadang yang dibutuhkan memang bukan arah, tapi sebuah alasan kecil yang sederhana untuk tetap bertahan. Dia seolah-olah datang untuk bisa mulai percaya. Bukan hanya ke dia, tapi juga ke hidup terutama pada diriku sendiri. a pict by pinterest
All Rights Reserved
#546
sunyi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines