8 Months

8 Months

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 10, 2025
Cerita singkat ini, 8 bulan, adalah cerita yang diambil dari kisah nyata. Kisahku sendiri. Menyukai seseorang, bahkan mencintainya selama 8 bulan bukanlah waktu yang sebentar. Cukup untuk menghabiskan waktu yang berharga, yang seharusnya digunakan untuk kegiatan lain. Namun, aku tak pernah menyesalinya. Menghabiskan waktuku selama 8 bulan untuk menaruh hati pada seseorang adalah hal yang menyenangkan, apalagi jika mengerti prinsip menyukai tidak perlu memiliki. Aku tidak pernah merasa sia-sia atau menyesal saat menyukai dia, aku juga tak pernah mengutuk dia dengan hal-hal buruk. Kenapa? Karena selama 8 bulan ini, aku benar-benar menyukai dia dan dia menghargainya. Such a green flag guy, hehehe. He's good. That's why I like him. Selamat membaca. Maaf jika ada beberapa kata yang salah atau tidak enak dibaca.
All Rights Reserved
#436
like
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"
  • Change The Plot (Niel)
  • Drama di Pintu Kosan
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {End}
  • REGAN's Crazy Wife
  • Mission
  • Chana's Transmigrasi
  • BACKSTREET

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines