Aku ingin pulang, ibu.

Aku ingin pulang, ibu.

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 6, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Saat airin berusia 5 tahun, ibu kandung nya meninggal dunia karena penyakit liver. Sementara Ayah kandung nya, Pak Hermawan pergi bersama istri baru nya ke luar kota. Semenjak itulah airin tinggal bersama nenek, kakak kandung dan juga keluarga bude nya. Meskipun Nenek nya sangat menyayangi airin dan yudha (kakak kandung) , hidup airin tidak lah mulus. Ia kerap menjadi bahan cacian saudara atau bahkan teman seusia nya. Sementara Yudha yang saat itu berusia 12tahun harus terpaksa berhenti sekolah karena kurangnya biaya hidup. Nenek airin dan yudha merupakan pensiunan tentara , setiap bulan uang pensiunan sang nenek di berikan kepada bude airin yang dipercaya untuk mengelola kebutuhan sehari-hari mereka. Namun, kenyataan nya berbeda, Airin dan yudha bahkan jarang sekali mendapatkan makanan yang layak.
All Rights Reserved
#109
ceritasedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines