Union Fractured

Union Fractured

  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 2, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Ribuan tahun telah berlalu sejak The Great Fracture merobek langit dan memecah keseimbangan tiga Realm. Dari reruntuhan perang itu lahirlah Humanity-ras yang tidak mewarisi takdir, melainkan kebebasan untuk memilih. Kini, pecahan kekuatan kuno yang dikenal sebagai Union telah menjadi fondasi dunia. Ada yang menggunakannya untuk melindungi. Ada yang menggunakannya untuk menaklukkan. Dan ada pula yang menolaknya sepenuhnya, memilih membangun masa depan melalui teknologi. Namun ketika sebuah relic dari era yang telah dilupakan kembali muncul, sejarah yang seharusnya tetap terkubur mulai bangkit sekali lagi. Dunia tidak sedang menuju perang. Dunia sedang mengingat perang yang belum pernah benar-benar berakhir.
All Rights Reserved
#59
individual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • A Family of Villains
  • Sin of The Villainess
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]
  • The Adiputra Family
  • Aveline Beyond Her Fate
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines