Rumah Untuk Elbiru (END)

Rumah Untuk Elbiru (END)

  • WpView
    LETTURE 10,185
  • WpVote
    Voti 647
  • WpPart
    Parti 36
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, mar 8, 2026
Banyak yang bilang, rumah itu tempat kita pulang? Mungkin benar. Tapi, nyatanya tak semua rumah tempat untuk pulang. Kadang, justru rumah tempat di mana luka terbentuk. Katanya, kalau sakit tuh ngeluhnya ke keluarga? Tapi, mengapa itu tidak berlaku bagi Elbiru? "Memangnya yang berbeda itu harus diasingkan, ya?" Elbiru Skyden, parasnya yang tampan seharusnya menjadikannya incaran kaum hawa. Namun, justru ia malah dibenci karena kekurangan. Tubuhnya cacat, sebelah kakinya lumpuh dan keterbatasannya dalam berbicara. Masa lalunya yang kelam membuatnya seolah lupa caranya berbicara. Keluarga yang seharusnya mensupport dan berada di sisinya, malah menjadi alasan utamanya terluka. Lantas, ke mana lagi ia harus mencari kebahagiaan? Apakah masih ada rumah tempatnya pulang? Rumah yang bisa membuatnya merasakan kehangatan, bukan hanya sekadar tempat singgah. Warning!! #not b×b
Tutti i diritti riservati
#556
sickstory
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Rumah Tanpa Pintu [Completed]
  • Bang. lihat Kara Sekali Saja. (END).
  • Anggala's Little Hope
  • Sejenak Luka
  • ARSA
  • RUMAH UNTUK KAELAN
  • Dream [END]
  • Luka Yang Selalu Datang (END & REVISI)
  • Rumah Untuk Lingga (Completed)
  • RAYNAN ZAINZ [END]

"Semua anak yang lahir ke dunia ini boleh bahagia, kan?" Svarga Galantara, anak laki-laki yang tidak bisa memilih untuk terlahir dari rahim ibu mana dan di tubuhnya mengalir darah dari ayah siapa. Ia hanya seorang anak yang tidak tahu menahu tentang permasalahan orang tua di masa sebelum ia dilahirkan. Tentang alasan apa yang mendasari ia tercipta. Tentang apa alasan Sang Maha menghadirkannya di tengah hiruk pikuk dunia yang fana dengan segala beban keluh kesah bersarang pada pundak serta benaknya. Harapan Svarga sangat sederhana. Ia hanya ingin merasakan bahagia yang sebenarnya, bukan bahagia palsu yang terus melindungi sedih agar tak terlihat oleh dunia.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti