Story cover for Behind the Wall by dumbeshitz
Behind the Wall
  • WpView
    Reads 9,975
  • WpVote
    Votes 1,221
  • WpPart
    Parts 21
  • WpView
    Reads 9,975
  • WpVote
    Votes 1,221
  • WpPart
    Parts 21
Ongoing, First published Aug 07, 2025
Banyak rahasia yang disembunyikan oleh kakeknya terkait hutan di belakang rumah dan kisah di baliknya. Pada malam setelah kakeknya tiada, Heeseung nekat mencari tahu ada apa dengan hutan di belakang rumah mendiang sang kakek. Hingga saat dirinya terus berjalan menyusuri masuk ke dalam hutan, sebuah rumah tua menjadi awal mula segalanya dimulai.

Dia dan makhluk itu terikat oleh takdir yang sama.

...

❗Jakeseung area❗
This is specially about Jake (dom) with his partner as a 'pujaan hati', Heeseung (sub). If you don't like, pls get out, this is not for you. Tysm.

[Notice: this is remake from my another book in first account.]
All Rights Reserved
Sign up to add Behind the Wall to your library and receive updates
or
#4jakeseung
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
After You Loved Me cover
Sweetest Gangster | Wonxin cover
You are my mate ! [Sunki] cover
MAKING KARMA FOR JAY. (hoonjay) ✓ cover
nothing cover
Alpha. J.  cover
The Twins || HoonSeung feat JayHoon (END) cover
The Frozen Crown-[MARHOON] cover
park family cover
fall in love with the last concubinus (END) ✓ cover

After You Loved Me

8 parts Ongoing

Dinikahi oleh bocah? Itu bukan hadiah yang ku inginkan!! Aku masih cukup muda-meski umurku sudah berkepala dua. Dua puluh tiga tahun, mahasiswa semester empat, dengan hidup yang menurutku sudah cukup sempurna. Aku bisa menghasilkan uang sendiri dari novel-novel yang kutulis, punya mimpi, dan tak pernah merasa membutuhkan seseorang untuk melengkapiku. Sayangnya, orang tuaku berpikir sebaliknya. Dengan alasan nama besar keluarga, aku dipaksa menerima perjodohan yang bahkan sudah ditentukan sejak aku kecil. Aku pikir aku akan menikah dengan orang yang tenang, dan rasional. Seperti tokoh-tokoh yang sering kutulis di novelku sendiri. Tapi kenyataannya jauh dari itu. Aku justru dinikahkan dengan seorang laki-laki yang bahkan belum lulus SMA. Awalnya aku ingin menolak mentah-mentah. Hingga aku melihat wajahnya. Sikapnya yang sopan. Senyumnya yang hangat. Cara bicaranya yang terdengar tulus, dan juga pertemuan singkat kami di cafe pusat kota malam itu. Aku tak tahu seperti apa kepribadiannya sebenarnya. Tapi sejauh ini, dia terlihat... baik. Atau setidaknya, itulah yang ingin ia perlihatkan.