The Invisible Wall

The Invisible Wall

  • WpView
    Reads 417
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
College and University
Social Themes
Story about two colleges student who wants to be a Lawyer and a CEO. Shanelle, seorang Putri dari Pengusaha popular yang terkenal keji dan menyeramkan. Ia selalu menolak tawaran sang Ayahanda untuk menjadi Pewaris Perusahaan, ia hanya bercita-cita menjadi seorang Lawyer sedari kecil hingga sekarang. Berbeda dengan seseorang yaitu Elliot, yang selalu ingin menjadi Pewaris Perusahaan Papi nya. Untuk meyakinkan sang Papi, ia selalu belajar dengan giat dan pasti nya menduduki peringkat pertama di Jurusan nya. Let's Read & Vote for My Story Keep Supporting Me ! ✨
All Rights Reserved
#374
sullyoon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pulang
  • Drippin Love ✔️
  • Rahasia di Balik Lensa
  • Love Stranger - Seventeen DK
  • Your loss✔️
  • 𝐊𝐈𝐓𝐀 Season 2 [END]✔
  • Rumah yang runtuh[ TERBIT]
  • Adore U [Scoups X Lee Chaeyeon]
  • Enchanted
  • Pesantren « ATEEZ »✔
Pulang

Bagi sebagian orang, rumah adalah tempat untuk kembali. Namun bagi Elang dan sahabat-sahabatnya, rumah mungkin bukan sebuah tempat. Mereka adalah sekumpulan anak yang terlihat seperti tidak memiliki alasan untuk bersedih. Bersama, mereka selalu punya tawa, keributan, lelucon, dan cerita-cerita yang membuat hari terasa lebih ringan. Seolah tidak ada satu pun dari mereka yang pernah terluka. Sampai Naraya datang. Sebagai satu-satunya anggota perempuan di antara mereka, Naraya perlahan menjadi bagian dari lingkaran yang sebelumnya hanya diisi oleh mereka. Semakin lama mereka bersama, semakin banyak hal yang mulai terbuka. Tentang kehilangan, kesalahan, keluarga, masa lalu, dan luka-luka yang selama ini mereka simpan sendiri. Mereka mungkin tidak bisa menyembuhkan satu sama lain. Namun setidaknya, mereka bisa tsaling menemani. Karena terkadang, seseorang tidak membutuhkan tempat untuk pulang. Ia hanya membutuhkan orang-orang yang membuatnya merasa bahwa ia tidak sendirian. Dan mungkin, tanpa mereka sadari, mereka telah menjadi rumah bagi satu sama lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines