Our Little Silence

Our Little Silence

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 11, 2025
Theo berjalan pelan, menghela napas panjang sembari mengikuti langkah cepat Raka. "Lu mau ke mana sih? Capek gue," gerutunya. Raka hanya tertawa keras, seenaknya. "Nggak biasanya lu bawel," balasnya sambil melirik iseng ke belakang. Theo memutar bola matanya, malas. Mereka berhenti di pinggir lapangan basket. Seorang laki-laki berlari mendekat, napasnya memburu. Bukan ke arah Theo-ke arah Raka. "Sorry, bro. Baru kelar latihan," ucapnya sambil menyeka peluh. Raka menepuk pundak laki laki didepannya "santai, kenalin, ini Theo. Wakil gue. Theo, ini Gilang. Ketua tim basket." Gilang dengan antusias langsung menjulurkan tangan. "Gilang" Theo menyambutnya, alisnya menaut, matanya menelusuri sebentar. "Tangan lu halus juga. Pake lotion bayi ya?" tanyanya sok tahu. Untuk sesaat, dunia seperti berhenti berputar. Gilang mematung-menilai laki-laki di depannya yang terlihat... nerd? Tapi manis? hah? kenapa lucu banget sih? Kisah mereka tak dimulai dengan musik romantis. Hanya sebuah ketidaksengajaan-yang entah kenapa, terasa seperti permulaan.
All Rights Reserved
#41
bromace
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The King & The Doctor
  • JEEVANA
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • Second
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Given || Ju Jihoon
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • I Want to Live [END]
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine

Aresh-seorang Dokter dari zaman Modern tiba-tiba terlempar ke sebuah negeri kuno yang masih ketinggalan zaman. Ia siap untuk mengacak-acak kerajaan mereka dengan kejeniusan, dan ilmu pengetahuannya yang sudah modern. Awalnya Aresh memutuskan untuk membantu mereka dengan menjadi pelayan istana, tapi ... ketika ia teringat bahwa dirinya itu cukup di hargai di tempat asalnya, dia berubah pikiran. "Bersumpahlah kau akan menjadi pelayanku yang setia!" -Raja Shaka "Pelayan? Bodoh ... aku juga ingin menjadi seorang raja." -Aresh

More details
WpActionLinkContent Guidelines