Yang Terakhir

Yang Terakhir

  • WpView
    LECTURAS 10,687
  • WpVote
    Votos 754
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ene 19, 2026
WpInfo
Fanfic
1Direction
Aku tahu ini akhirku. Udara dingin menelusup ke paru-paru, darah mengalir dari kepala serta leher mengalir membasahi bajuku. Sakit, perih dan rasa sesal menyatu dalam pikiran ku. Di luar sana, dunia tetap sibuk-tapi di ruangan ini, waktu seperti mengulur langkah, menatapku dari kejauhan. Di depan tubuhku yang kian membeku, dia berdiri. Anakku. Sosok yang dulu kubentuk dengan tangan sendiri... lalu kuhancurkan dengan tangan yang sama. Mata itu tak lagi memanggilku "Mama". Hanya tatapan asing-tajam, penuh kebencian-seolah aku ini hanyalah orang yang kebetulan memberinya darah dan nama keluarga. Jika saja aku bisa... kembali. Bukan untuk mengubah takdirku, tapi untuk mengubah tatapannya. Tiba-tiba, detak jantung itu berhenti. Dunia meredam. Gelap. Lalu... hangat. Aku terbangun. Di ranjang yang kukenal, dengan cahaya pagi masuk dari jendela yang dulu sering kubuka. Di kalender, angka yang kutatap membuat dadaku berhenti berdetak sesaat. Ini... lima belas tahun lalu. Dan di depan pintu, anakku berdiri-dengan mata mata tajamnya yang mulai mengenal kebencian. Kesempatan kedua. Tuhan benar-benar memberikannya. Dan aku tak akan menyia-nyiakannya. #3___hidup kembali 5/9/25
Todos los derechos reservados
#32
memutarwaktu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido