Yang Terakhir

Yang Terakhir

  • WpView
    Reads 10,565
  • WpVote
    Votes 746
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 19, 2026
Aku tahu ini akhirku. Udara dingin menelusup ke paru-paru, darah mengalir dari kepala serta leher mengalir membasahi bajuku. Sakit, perih dan rasa sesal menyatu dalam pikiran ku. Di luar sana, dunia tetap sibuk-tapi di ruangan ini, waktu seperti mengulur langkah, menatapku dari kejauhan. Di depan tubuhku yang kian membeku, dia berdiri. Anakku. Sosok yang dulu kubentuk dengan tangan sendiri... lalu kuhancurkan dengan tangan yang sama. Mata itu tak lagi memanggilku "Mama". Hanya tatapan asing-tajam, penuh kebencian-seolah aku ini hanyalah orang yang kebetulan memberinya darah dan nama keluarga. Jika saja aku bisa... kembali. Bukan untuk mengubah takdirku, tapi untuk mengubah tatapannya. Tiba-tiba, detak jantung itu berhenti. Dunia meredam. Gelap. Lalu... hangat. Aku terbangun. Di ranjang yang kukenal, dengan cahaya pagi masuk dari jendela yang dulu sering kubuka. Di kalender, angka yang kutatap membuat dadaku berhenti berdetak sesaat. Ini... lima belas tahun lalu. Dan di depan pintu, anakku berdiri-dengan mata mata tajamnya yang mulai mengenal kebencian. Kesempatan kedua. Tuhan benar-benar memberikannya. Dan aku tak akan menyia-nyiakannya. #3___hidup kembali 5/9/25
All Rights Reserved
#31
memutarwaktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GRAVARENZO
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gravarenzo Kairos Ferdezeus. Meski berwajah datar pemuda tampan yang menjabat sebagai Ketua geng DrakeZeus itu memiliki pembawaan yang tenang. Namun justru ketenangan itulah yang menjadi sumber ketakutan terbesar bagi banyak orang, membuat siapa pun berpikir dua kali untuk berani mengusiknya. Tapi tidak bagi perempuan yang satu ini. Alih-alih gentar untuk mendekat, ia justru menerobos. Meski sadar bahwa perasaan cintanya kerap berakhir dengan penolakan, ia tak pernah memilih untuk menyerah. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan hadir, membuka awal baru yang tak pernah disangka oleh keduanya....

More details
WpActionLinkContent Guidelines