tanpa kata, tapi ada rasa

tanpa kata, tapi ada rasa

  • WpView
    MGA BUMASA 3
  • WpVote
    Mga Boto 1
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Aug 9, 2025
Di sebuah madrasah tsanawiyah sederhana, berdiri seorang gadis bernama Alya, siswi pendiam yang lebih banyak menyimpan dunia di dalam kepalanya. Dari jauh, ia mengagumi sosok Revan, siswa di kelas lain yang bahkan tak pernah benar-benar mengobrol dengannya. Tidak ada kata yang terucap, hanya tatapan singkat yang cepat hilang, dan bayangan wajah yang diam-diam ia simpan dalam ingatan. Tahun demi tahun berlalu, seragam putih biru berganti menjadi abu-abu putih. Alya dan Revan terpisah sekolah. Alya mencoba melupakan rasa yang ia pikir hanya sekadar kekaguman masa remaja. Ia membuka hati untuk orang lain, berharap kisah Revan terkubur bersama kenangan lama. Namun setiap kali tanpa sengaja melihat fotonya, mendengar namanya, atau hanya mengingat senyum samar itu... hatinya kembali bergetar. Kini, Revan sudah menggenggam tangan orang lain. Alya hanya bisa menatap dari jauh, menyembunyikan rasa di balik senyum. Tak ada janji, tak ada kisah, bahkan tak ada kata hanya perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. "Kadang, cinta paling tulus adalah yang tak pernah tersampaikan."
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman