Tiga Doa, Tiga Negeri

Tiga Doa, Tiga Negeri

  • WpView
    Reads 387
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 28, 2025
WpInfo
Fiction
Science Fiction
"Tiga Doa, Tiga Negeri" bukan sekadar novel-ini adalah perjalanan lintas benua, lintas keyakinan, dan lintas hati. Berawal dari penemuan naskah kuno abad ke-14 yang dipercaya memuat doa universal dari Nusantara, Mesir, dan Jepang, Nayala-seorang peneliti muda-terjebak dalam petualangan spiritual yang jauh lebih dalam dari sekadar riset. Ia tak sendiri. Bersamanya ada Syeikh Ghassan el-Murad, eks komedian kampus yang kini jadi kepala arsip dan hobi menyelipkan humor garing dalam diskusi eksistensial. Juga hadir Kazuo Yurei, filsuf muda Jepang berjiwa haiku: tenang, rumit, dan mengganggu secara elegan. Tiga jiwa dari tiga dunia berbeda, disatukan oleh satu naskah yang tak bisa hanya dibaca-harus dijalani. Dari piramida Giza, kuil sunyi di Kyoto, hingga desa kaki Gunung Merapi, mereka mengejar jejak para pujangga dan penyair spiritual yang hilang. Tapi semakin jauh mereka melangkah, semakin dalam pertanyaan menyeruak: Apa arti iman saat bahasanya hilang? Bisakah doa hidup lintas agama dan zaman? Dan... siapa sebenarnya yang menulis doa itu? Dalam absurditas yang lucu dan keheningan yang menyentuh, mereka menemukan bukan hanya sejarah dan misteri, tapi juga cermin bagi luka masing-masing. Perbedaan yang tadinya memisahkan, justru menjadi jembatan menuju sesuatu yang langka: persahabatan tulus, cinta tanpa nama, dan pengakuan atas retakan batin yang tak bisa diperbaiki-tapi bisa dimengerti. "Tiga Doa, Tiga Negeri" adalah kisah tentang keberanian untuk mencari makna di tengah kekacauan budaya dan keyakinan. Novel ini akan membuatmu tertawa, merenung, dan mungkin... berdoa dengan cara yang tak pernah kau bayangkan.
All Rights Reserved
#109
viral
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]
  • Murid Sialan
  • I Am In Novel?!!
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • Male lead Antagonist

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines