Daily menunggumu

Daily menunggumu

  • WpView
    LECTURAS 19
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ago 10, 2025
إذا أردت الرحيل فلا تهرب، بل قل وداعاً، كما سلمت علي عندما أتيت، وسلم علي للمرة الأخير "jika ingin pergi, jangan kabur tapi berpamitanlah. Sebagaimana engkau menyapaku ketika datang, dan sapalah aku untuk yang terakhir kalinya. ~𝙓𝙖𝙫𝙞𝙣𝙙𝙖 𝙆𝙝𝙖𝙡𝙞𝙨𝙖 لا تؤذي نفسك بحب شخص لا يحبك. "jangan sakiti dirimu dengan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu." ~𝙈𝙖𝙪𝙡𝙖𝙣𝙖 𝙞𝙝𝙩𝙞𝙨𝙮𝙖𝙢 Jika pada akhirnya akan menjadi sesulit ini mengapa harus aku yang merasakan nya lagi? dan jika ending nya akan seperti ini mengapa engkau begitu yakin meluluhkan ku dulu. Bahkan jika disuruh memilih aku lebih memilih kita untuk tidak pernah kenal, karena berpisah darimu adalah suatu hal yang paling menyakitkan. kehilanganmu membuat pelajaran baru di hidup ku, bahwa terkadang yang datang hanya hadir bukan takdir, dan Allah hanya mempertemukan bukan mempersatukan. Bersambung...... ___________________________ ⚠️ jangan plagiat biar hidup nya tentram,damai,dan sejahtera. Plagiat gak dapet pahala tapi dapet dosa jadi agar meringankan hidup, lebih baik baca dan jangan coba-coba plagiat! Ingat hanya sekedar mengingatkan. Jangan lupa: 📌 vote 📌komen 📌share
Todos los derechos reservados
#964
menunggu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido