Story cover for THE THREE PILLARS by rayyanadhifa
THE THREE PILLARS
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Aug 09
Mature
Apa yang ada di dalam bayangan kamu tentang pillar? Tinggi? Besar? Kokoh? Kuat? Penopang? Hampir sama seperti pillar yang ada pada suatu bangunan.

Kali ini, aku membawakan cerita tentang tiga pillar sebagai penopang suatu tempat, yang sangat kokoh, dan kuat. Tetapi tanpa orang-orang tahu, tiga pillar itu justru cukup rapuh.

Jadi, gimana cara pillar itu bertahan agar bangunannya tidak roboh?

Ini dia, THREE PILLARS!
All Rights Reserved
Sign up to add THE THREE PILLARS to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Simfoni Jiwa cover
As sincere as a doctor's love (Ending) cover
REVANO cover
RAYAN OR RIAN  cover
Hold Me With Your Lies [END] cover
Bryatta (ON GOING) cover
Arranged Marriage  cover
Transmigrasi: Tokoh yang Tak Pernah Ada [END] cover
Veil of Stardust cover
Langit Tak Lagi Biru cover

Simfoni Jiwa

79 parts Ongoing

Layaknya sebuah simfoni yang rumit namun selaras, jiwa Bhadrika dan Tavisha mengalun indah melalui untaian kisah yang manis. Tayangan acak di Youtube menjadi langkah awal Tavisha mengenal sosok Bhadrika. Rasa kagum, hati yang berbedar, dan senyum yang mengembang muncul begitu saja hanya karena membaca namanya, mendengar suaranya, dan melihatnya lewat gambar. Sejalan dengan itu, harapan pun tumbuh seiring dengan do'a yang dipanjatkan. Meskipun logikanya seringkali menentang. Karena sosok Bhadrika bukanlah sosok yang biasa. Bhadrika adalah seorang laki-laki yang memiliki latar belakang keluarga, pendidikan, karir, dan relasi yang luar biasa hebat. Masyarakat bahkan menyematkan panggilan: mas-mas Jawa premium untuk sosoknya. Gelar dan amanah yang di emban Bhadrika sejak usianya genap 24 tahun itu membuatnya perlahan mulai kehilangan sosok dirinya sebelum naik tahta. Pertemuannya dengan Tavisha di ruang kerjanya siang hari itu, obrolan singkat mereka, gestur tubuh perempuan itu, tanpa sadar menarik Bhadrika untuk jatuh ke dalam pesona perempuan itu yang mampu membuatnya meraih rasa rileks dengan mudah. Namun Bhadrika tahu, Tavisha juga tahu, jika semuanya tidak akan semudah itu.