Story cover for Special Flower by sayulajaaa
Special Flower
  • WpView
    Reads 274
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 274
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Aug 09, 2025
1 new part
Ada tiga laki-laki aneh yang pindah ke kelas Thesa sebagai murid baru. Ciri fisik mereka cukup unik seperti makhluk mitologi legendaris semacam vampir. Yaitu memiliki mata merah bak delima, kulit pucat bagai mayat berjalan, serta sepasang taring di giginya yang mengerikan. Mereka secara serempak mendekati Thesa sepanjang hari tanpa mengenal waktu, mengejarnya, mengusiknya, bahkan mengikuti Thesa layaknya seekor lintah yang tidak ingin lepas dari sumber darahnya. 

Gelagat mereka juga menyeramkan. Sebuah alarm waspada dalam diri Thesa terus timbul selama didekati oleh tiga serangkai itu. Terkadang mereka bahkan mengutarakan kalimat asing dan tidak mengenakkan untuk Thesa. Salah-satunya... "Bunda Malena", itu kata mereka pada Thesa.

Lalu, satu lagi kalimat dari mereka yang terus ditekankan pada Thesa, yaitu;

"Pilih salah-satu di antara kita bertiga, siapa yang paling kamu cinta." 

Apa perlu Thesa diwajibkan untuk memilih salah-satu di antara ketiga laki-laki bersaudara itu?

[ ]


© 2025
a story written by sayulaja
All Rights Reserved
Sign up to add Special Flower to your library and receive updates
or
#510baper
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
President's Wife cover
Biwara [END] cover
GUMI cover
terjebak di dalam novel (enigma x alpha) cover
MORSE: POSSESSIVE EX  cover
Second Lead Fiancé cover
SINARENGAN cover
Discipline (END) cover
Still Love Her [END] cover

President's Wife

37 parts Ongoing

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.