Anxymytho [END]

Anxymytho [END]

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 29, 2025
Kebohongan telah identik dengan karakter Julian, memenuhi segala sisi hidupnya tanpa bisa dia kendalikan. Namun dari semua itu, satu hal yang paling jujur yang sangat ia jaga adalah mencintai Selina. Gadis penderita Anxiety Disorder dan fobia sosial. Mental mereka sama-sama rusak, seperti keluarga mereka yang sama-sama menjadi penyebab. Tapi mereka ingin sama-sama bahagia. Ditengah permasalahan Julian yang selalu berbohong tanpa sengaja dan mendapat banyak tekanan, juga kecemasan Selina yang semakin parah akibat hilang kepercayaan terhadap Julian, bisakah mereka sama-sama sembuh dan mewujudkan mimpi mereka memiliki keluarga kecil yang bahagia, atau justru sama-sama berakhir dalam kehancuran. Publish 29 Oktober 2025
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Chana's Transmigrasi
  • Change The Plot (Niel)
  • REGAN's Crazy Wife
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Drama di Pintu Kosan
  • BACKSTREET
  • Mission

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines