Peony untuk Aira

Peony untuk Aira

  • WpView
    Reads 206
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 2, 2026
Pedih, rasa bingung, dan sakit itulah yang Aira rasakan ketika mendapat perlakuan yang tidak adil dari ibunya. Ia dilahirkan dalam ketidaktahuan, tapi mengapa ia diperlakukan sangat berbeda? Setiap hari ia mempertanyakan itu. Setiap malam ia merenungkan itu, tapi ia tak kunjung mendapat titik temunya. Mungkin ia hanya perlu bersabar dan menunggu sebentar lagi.
All Rights Reserved
#136
zian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines