We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Husband is mine

My Husband is mine

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 27, 2026
WpInfo
Fanfic
ATEEZ
Di jantung kota Madrid, Emilio "Emi" Vargas Torres menjalani hari-harinya di toko bunga mungil "Flor de Medianoche." Hidupnya tenang... sampai seorang dosen sastra dengan tatapan menusuk datang membeli buket mawar putih-dan tak pernah berhenti kembali. Alejandro "Ale" Santillán Morales awalnya hanya ingin membeli bunga untuk acara kampus. Tapi setiap senyum nakal Emi membuatnya sulit bernapas. Rasa ingin tahu berubah menjadi ketertarikan, dan ketertarikan itu perlahan tumbuh menjadi obsesi. Ketika sebuah situasi memaksa mereka menikah, Ale menjadikan Emi pusat hidupnya. Dia memantau setiap langkah, hafal jadwal toko hingga menit, dan tak segan menutup toko jika merasa "istrinya" terlalu ramah pada pelanggan. Emi, dengan segala kelicikannya, justru menikmati perhatian itu. Dia sengaja menggoda-bukan untuk selingkuh, tapi untuk memastikan suaminya semakin posesif dan tak sanggup melepaskan. Di kota yang penuh bunga dan cahaya sore, mereka membangun cinta yang manis namun berbahaya. Karena bagi Ale, Emi bukan hanya cinta... dia adalah kepemilikan. Dan bagi Emi, menjadi milik Ale adalah permainan yang tak pernah membosankan.
All Rights Reserved
#58
emi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines