KALATI : Kausalitas Lautan Timur

KALATI : Kausalitas Lautan Timur

  • WpView
    Reads 173
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 1, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Isekai and Reincarnation
High Fantasy
Magical Kingdoms
Di antara reruntuhan dan mimpi yang pudar, aku hanya memegang satu janji dan seikat bunga layu. Laeli? Siapa dia sebenarnya? Dan... Wanita berambut biru yang membawaku tanpa penjelasan, siapa dia? Delapan penjaga kausalitas? Delapan negeri besar? Delapan penguasa agung? Terjebak di dunia asing tanpa ingatan... Haruskah aku mencari jawabannya? Atau cukup dengan kehidupan baru saja?
All Rights Reserved
#836
romantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • serenity
  • LOST SISTER | MIYA TWINS ✔
  • The Darkslayer : Evils Among Us
  • Season of glass : Shards of a Beginning
  •  I Swear I Won't Bother You Again!
  • Jangan Pernah Bilang Kalau Hidup Kamu Membosankan
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]
  • Defying My Fate: Reclaiming What the World Has Stolen.
  • Rumah Untuk Sang Tiran

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines