Paralled Dorm

Paralled Dorm

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 10, 2025
Bagaimana rasanya hidup di tempat yang tidak pernah berubah... tapi kamu tahu, kamu sudah bukan di dunia yang sama? Setiap malam, jam berhenti di 00:26. Lorong kosan sepi, pintu-pintu terkunci, dan setiap langkah menuju keluar hanya membawamu kembali ke titik semula. Tidak ada suara, tidak ada wajah yang akrab - hanya cahaya lampu redup dan udara dingin yang menusuk. Di balik dinding, ada lorong lain. Di dalam cermin, ada dirimu... tapi dengan mata hitam pekat. Dan di seluruh tempat ini, hanya ada satu petunjuk: "Jalan keluar ada di tempat yang tidak memiliki pintu." Apakah benar ada jalan keluar? Atau semua ini hanyalah satu ruangan besar yang terus memakan penghuninya, sampai tak tersisa siapa pun? Disclaimer : Ide berasal dari saya, penulisan dibantu AI
All Rights Reserved
#938
horor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMUA SISI
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • 𝗦𝗵𝗮𝗱𝗼𝘄𝘀 𝗢𝗳 𝗧𝗵𝗲 𝗟𝗶𝗻𝗲𝗮𝗴𝗲
  • Boypussy-Family
  • Empat Hati, Satu Tujuan
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • TEROR ORGANISASI [OG]
  • ghostly heartbeat [END]
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2

Threequel Of SISI LAIN Saat arwah korban yang baru saja akan diautopsi muncul untuk meminta pertolongan, Imel meyakinkan Bima bahwa ia sudah merasa yakin sejak awal bahwa korban tidak membakar dirinya sendiri. Bima pun segera menghubungi Distya untuk memberi tahu soal kemunculan arwah korban di ruang autopsi tersebut. Distya adalah yang pertama Bima beri tahu, karena korban adalah pasien yang selama tiga tahun terakhir ditangani oleh Distya. Setelah satu fakta terbuka, akankah fakta lain mengikuti? Siapa sebenarnya yang ada di balik kematian korban?

More details
WpActionLinkContent Guidelines