6 chapitres En cours d'écriture Selama tiga tahun, istrinya tidak pernah membantah, selalu menuruti apa yang dikatakannya.
Clara adalah wanita yang tahu tempatnya, diam, patuh, tidak pernah melawan. Setidaknya begitu yang selalu Erlan yakini.
---
Sampai hari itu, ketika tatapan Clara berubah. Tidak ada lagi cinta di sana. Tidak ada lagi kepatuhan yang dulu begitu mudah ia kendalikan.
---
"Aku mau bercerai."
Tiga kata itu tidak membuat Erlan marah.
Pernikahan ini terjadi karena perjodohan, untuk kekuasaan, dan kepemilikan. Tentu Clara tidak bisa begitu saja bercerai dengannya.
---
Clara mencoba melawan. Ia mengajukan gugatan. Ia bahkan berani mempertaruhkan kepemilikan rumah sakit keluarganya sendiri demi kebebasan.
Dan ketika semua itu tidak berhasil, ia memilih kabur, tanpa membawa uang, tanpa membawa apa pun selain tekadnya.
---
Clara pikir dengan pergi, ia akan bebas.
Ia memang terlalu naif, dan begitu ceroboh.
Tapi Erlan tidak diam begitu saja, dalam hidupnya, semua yang ia inginkan selalu kembali ke tangannya, dengan cara apa pun.
Dan Clara...
adalah miliknya.