ALASKA
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 24, 2025
Alaska Liam Ganeswara bukan sekadar remaja biasa. Usianya baru menginjak 18 tahun, tapi namanya sudah lama menjadi legenda di jalanan bagi mereka yang mengenalnya dulu-sebelum ia menghilang ke Swiss. Di kalangan geng motor, ia dikenal sebagai anak yang dingin, penuh perhitungan, dan memiliki insting balap yang nyaris tak tertandingi. Di balik helm hitamnya, Alaska menyimpan sorot mata tajam yang seolah mampu membaca situasi dalam sepersekian detik. Namun, tiga tahun lalu, semua itu berhenti. Alaska meninggalkan Indonesia untuk menetap di Swiss, menempuh pendidikan, sekaligus menjauh dari segala konflik yang terus mengintai. Di sana, ia menjalani kehidupan yang lebih tenang, tapi rasa rindu akan suara mesin motor dan aroma aspal malam tak pernah benar-benar hilang. Kini, setelah bertahun-tahun, ia kembali. Pesawat yang membawanya mendarat tepat saat matahari sore menyentuh Jakarta. Kembali ke tanah air bukan hanya tentang melepas rindu pada keluarga dan rumah, tapi juga tentang menghadapi kenyataan baru yang telah menunggunya. Salah satunya: perjodohan. Keputusan itu bukan lahir dari Alaska, melainkan dari sang ayah, Malik Ganeswara-pengusaha besar dengan jaringan luas-dan Nara Raveena, sang bunda, yang berharap anak sulung mereka bisa memiliki masa depan yang lebih tenang dan terarah. Calon yang sudah dipilih keluarga adalah putri dari sahabat lama ayahnya, sebuah nama yang bahkan belum Alaska kenal. Bagi Alaska, ini bukan sekadar rencana pernikahan. Ini adalah bab baru yang mungkin akan menguji dirinya lebih keras daripada tikungan paling tajam di lintasan balap.
All Rights Reserved
#192
tunangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines