Alaska Liam Ganeswara bukan sekadar remaja biasa. Usianya baru menginjak 18 tahun, tapi namanya sudah lama menjadi legenda di jalanan bagi mereka yang mengenalnya dulu-sebelum ia menghilang ke Swiss. Di kalangan geng motor, ia dikenal sebagai anak yang dingin, penuh perhitungan, dan memiliki insting balap yang nyaris tak tertandingi. Di balik helm hitamnya, Alaska menyimpan sorot mata tajam yang seolah mampu membaca situasi dalam sepersekian detik.
Namun, tiga tahun lalu, semua itu berhenti. Alaska meninggalkan Indonesia untuk menetap di Swiss, menempuh pendidikan, sekaligus menjauh dari segala konflik yang terus mengintai. Di sana, ia menjalani kehidupan yang lebih tenang, tapi rasa rindu akan suara mesin motor dan aroma aspal malam tak pernah benar-benar hilang.
Kini, setelah bertahun-tahun, ia kembali. Pesawat yang membawanya mendarat tepat saat matahari sore menyentuh Jakarta. Kembali ke tanah air bukan hanya tentang melepas rindu pada keluarga dan rumah, tapi juga tentang menghadapi kenyataan baru yang telah menunggunya.
Salah satunya: perjodohan.
Keputusan itu bukan lahir dari Alaska, melainkan dari sang ayah, Malik Ganeswara-pengusaha besar dengan jaringan luas-dan Nara Raveena, sang bunda, yang berharap anak sulung mereka bisa memiliki masa depan yang lebih tenang dan terarah. Calon yang sudah dipilih keluarga adalah putri dari sahabat lama ayahnya, sebuah nama yang bahkan belum Alaska kenal.
Bagi Alaska, ini bukan sekadar rencana pernikahan. Ini adalah bab baru yang mungkin akan menguji dirinya lebih keras daripada tikungan paling tajam di lintasan balap.
!WARNING!
Pastikan memeriksa judul bab sebelum baca, karna sering terjadi kesalahan urutan bab. Terimakasih.
Keluarga Adicandra nggak kenal kata "lemah". Buat mereka, hidup itu soal angka di bursa saham, reputasi di koran bisnis, dan kesempurnaan fisik. Sayangnya, Galen, anak ketiga dari empat bersaudara, lahir sebagai "produk gagal" di mata mereka. Penampilan cupu, kacamata tebal, dan sifat pendiamnya bikin dia cuma jadi bayangan di rumah mewah itu. Sampai suatu titik, Galen sadar kalau mau jungkir balik kayak gimana pun, dia nggak akan pernah dianggap.
Galen milih pergi. Dia buang identitas Adicandra, ganti gaya jadi bad boy yang rebel, dan mulai hidup di jalanan. Tapi saat dia mulai nyaman dengan kebebasannya, keluarga yang dulu mengabaikannya tiba-tiba merasa kehilangan "aset" dan mulai berburu Galen dengan cara yang gila.