Dendam Kenanga

Dendam Kenanga

  • WpView
    Reads 29,985
  • WpVote
    Votes 1,196
  • WpPart
    Parts 78
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 19, 2026
WpInfo
Fiction
Horror
Ghosts and Hauntings
Romance
Mystery
Tagshoror
Kenanga, kembang desa yang kecantikannya laksana cahaya bulan. Ia tak pernah tau, pesona yang dianugerahkan padanya adalah kutukan. Senyum manisnya menjadi duri yang menusuk hati para perempuan, sementara bening matanya bagai jerat para lelaki berlidah manis dan berhidung belang. Di balik lirikan dan bisikan, tersimpan nafsu yang mengendap, bercampur dengan dengki yang membara. Hari demi hari, langkah Kenanga diiringi bahaya yang mengintai, makin mendekat dan menunggu saat yang tepat. Hingga suatu malam, di bawah langit pekat, ia dijebak dan diseret ke tempat di mana teriakan tak akan pernah sampai ke telinga siapa pun. Tubuhnya diperlakukan tanpa belas kasih, suaranya terhenti dalam cekikan ketakutan, dan hidupnya direnggut dengan cara yang tak pantas bagi siapa pun. Namun, kematian bukanlah akhir bagi Kenanga. Dari tanah basah yang memeluk jasadnya dan tebaran bunga kenanga yang layu di pusaranya, bangkit dendam yang tak terbendung. Bagi mereka yang pernah menyakitinya, malam-malamnya tak akan pernah sunyi lagi-sebab bisikan kematian kini berjalan di sisi mereka.
All Rights Reserved
#178
horor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANAU HITAM: Rahasia yang Bangkit dari Dasar Air
  • Napak Tilas (Selesai)
  • Tapak Rawa (Selesai)
  • Woso Tanah Neraka [END]
  • Jangan Lembur Sendirian
  • Wirid Lemah Ireng (Prekuel Jembatan Biru)
  • Hanca Nini
  • PALASIK MAYIK (PALASIK MAYAT) [TAMAT]
  • TAKUT ORANG MATI [TAMAT]
  •  JELMAAN SUAMIKU [TAMAT]

Tidak semua tempat ingin ditemukan. Dan tidak semua rahasia ingin dibangkitkan. Ketika Rido, seorang mahasiswa perikanan, mendapat kesempatan mengikuti ekspedisi penelitian ke sebuah danau terpencil di pedalaman Kalimantan, ia menganggapnya sebagai tugas akademik biasa. Bersama Rani dan Damar, mereka berangkat untuk mengumpulkan data ilmiah yang akan menjadi bagian dari penelitian mereka. Namun setibanya di sana, mereka menyadari ada sesuatu yang janggal. Danau itu tidak tercantum dalam peta modern. Penduduk desa menolak membicarakannya. Tidak ada nelayan yang berani mendekati bagian tengah danau, bahkan saat matahari masih tinggi. Semakin jauh mereka menyelidiki, semakin banyak pertanyaan yang muncul. Jejak kaki tanpa pemilik. Perahu tua yang menyimpan nama seseorang yang telah menghilang. Catatan penelitian yang berhenti di tengah kalimat. Dan sebuah rahasia yang selama puluhan tahun sengaja dikubur di dasar air. Kini mereka harus memilih... Tetap melanjutkan penelitian dan menghadapi apa pun yang menunggu di bawah permukaan, atau meninggalkan Danau Hitam sebelum semuanya terlambat. Karena ada sesuatu di danau itu yang tidak pernah benar-benar tertidur. Dan ia tahu... mereka telah datang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines