Dendam Kenanga

Dendam Kenanga

  • WpView
    Reads 25,873
  • WpVote
    Votes 927
  • WpPart
    Parts 75
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 30, 2026
Kenanga, kembang desa yang kecantikannya laksana cahaya bulan. Ia tak pernah tau, pesona yang dianugerahkan padanya adalah kutukan. Senyum manisnya menjadi duri yang menusuk hati para perempuan, sementara bening matanya bagai jerat para lelaki berlidah manis dan berhidung belang. Di balik lirikan dan bisikan, tersimpan nafsu yang mengendap, bercampur dengan dengki yang membara. Hari demi hari, langkah Kenanga diiringi bahaya yang mengintai, makin mendekat dan menunggu saat yang tepat. Hingga suatu malam, di bawah langit pekat, ia dijebak dan diseret ke tempat di mana teriakan tak akan pernah sampai ke telinga siapa pun. Tubuhnya diperlakukan tanpa belas kasih, suaranya terhenti dalam cekikan ketakutan, dan hidupnya direnggut dengan cara yang tak pantas bagi siapa pun. Namun, kematian bukanlah akhir bagi Kenanga. Dari tanah basah yang memeluk jasadnya dan tebaran bunga kenanga yang layu di pusaranya, bangkit dendam yang tak terbendung. Bagi mereka yang pernah menyakitinya, malam-malamnya tak akan pernah sunyi lagi-sebab bisikan kematian kini berjalan di sisi mereka.
All Rights Reserved
#982
misteri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tapak Rawa (Selesai)
  •  JELMAAN SUAMIKU [TAMAT]
  • TAKUT ORANG MATI [Tamat]
  • PALASIK MAYIK (PALASIK MAYAT)
  • Lembur Kuntilanak
  • Misteri desa anyelir [END]
  • Napak Tilas (Selesai)
  • Delapan Nyawa Diujung Lonceng
  • Selamat Dari Tumbal Pesugihan
  • Woso Tanah Neraka [END]

(CERITA SUDAH LENGKAP/SELESAI) Serial Tapak: seri kedua. Genre: Horor Spriritual, Psychological Thriller Setelah hutan Sukabumi menelan teman-temannya satu per satu, Desi mencoba melupakan segalanya. Ia menghindari kabar tentang Maya, menolak wawancara, bahkan menghapus semua rekaman ekspedisi. Tapi mimpi itu terus datang. Lumpur hitam, suara tawa perempuan tua, dan sorot mata Sam dari balik air yang dingin. Ketika semuanya terasa mengganggu, Desi merasa perlu temukan semuanya di sana. Desi tahu: ini bukan tentang penyelamatan. Ini tentang panggilan. Di desa yang tak pernah percaya Tuhan. Pada kabut yang tak pernah naik. Tapak Rawa. Fiksi mistri oleh Naiko

More details
WpActionLinkContent Guidelines