Naraya di Balik Jeruji

Naraya di Balik Jeruji

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 14, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Tagsnaraya
Sebuah kisah tentang luka tak terlihat, janji dalam diam, dan perjalanan menuju kebebasan-yang tak semua orang pulang darinya. --- Seorang gadis kecil terkurung dalam rumah yang tak lagi layak disebut pulang. Hari-harinya ia jalani dengan luka bakar di punggung-luka yang tertoreh di batinnya. Berkali-kali ia mencoba bertahan, sebab masih ada empat tanggung jawab kecil yang harus digenggam di usia mudanya. Namun, di balik gelapnya hidup, Tuhan masih menyayanginya. Ia mengirim seorang lelaki asing-bukan dengan janji manis, melainkan kekuatan diam. Lelaki itu membuat si gadis kecil kembali menapakkan kaki di tanah. Kembali percaya, bahwa ia tidak sendirian. --- Kalimatnya membuatku membelalakkan mata. "HAH? SETAHUN?!" "Shh, Nar. Berisik." "Kak, Setahun? Beneran? Ih, setahun itu lama banget.. terus aku gak bisa minta tolong ke kakak selama setahun?" tuturku secara bertubi-tubi. Meluapkan segala kekhawatiran yang ada. "Kan.. baru juga dibilang," katanya, ia menjeda sedikit kalimatnya. "Jangan terlalu mengandalkan gua, Nar. Bentar lagi kelas sepuluh, belajar mandiri. " Aku mulai mengalihkan pandanganku ke depan. "Masih lama," jawabku pelan. Aku dapat mendengar helaan nafas kasar darinya. "Tuhkan, gimana mau mandiri. Lu sendiri aja masih menyepelekan waktu." Aku hanya diam. Sisi diriku bersuara bahwa aku sudah malas mendengar ceramahnya. Namun sisi lainku juga berkata bahwa nasihatnya memang dibutuhkan sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan diriku selama satu tahun ini. "Standarnya dua tahun. Setahun tuh udah termasuk privilage. Ada juga yang enam bulan, tapi itu cuma buat segelintir orang yang mereka anggap pantas," katanya. Aku tak menggubris kalimatnya. Hanya mendengarkan dalam diam. Kak Sean hanya melirikku sekilas-aku yang kini tengah menundukkan kepala, seperti seorang gadis yang kehilangan tujuan hidup. "Pegang janji gua, Nar. Gua bakal buat dia bayar semua dosa-dosanya di pengadilan." Aku mengangkat kepalaku cepat. "Janji?" "Janji." ---
All Rights Reserved
#16
naraya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • President's Wife
  • GUMI [Completed]
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • MORSE : POSSESSIVE EX
  • Heyu : Second Gear
  • Kamu Hanya Milikku
  • The Cold Ceo's Hidden Heir ( END )
  • El and Jerganio (End)
  • Skyline Marriage

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines