Until The Rain Rewrites Us

Until The Rain Rewrites Us

  • WpView
    Lectures 52,613
  • WpVote
    Votes 5,510
  • WpPart
    Chapitres 58
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication il y a environ 4 heures
WpInfo
Fiction
Romance
Collège & Université
Amour Prédestiné
Premier Amour
"Lucu bagaimana semesta bekerja. Kita belum sempat menamai rasa yang baru saja tumbuh, tapi takdir sudah lebih dulu memaksa kita untuk saling melupakan." Ziva terbiasa hidup dalam sunyi. Baginya, dunia adalah tempat di mana ia harus terus berjalan meski langkahnya terasa berat. Lalu, semesta membawanya kembali pada Kavin. ​Seseorang yang pernah menjadi pusat dari dunianya meski sebentar, kini berdiri sebagai orang asing yang paling jauh. Kavin adalah teka-teki yang kehilangan kepingannya, sosok yang lebih memilih berteman dengan dinginnya jarak seolah ia terjebak dalam ruang gelap sejak sebuah kejadian traumatis merenggut impiannya. Baginya, masa lalu hanyalah puing-puing kegagalan yang tak ingin ia sentuh kembali, termasuk sosok gadis yang selalu menatapnya dengan binar yang tak sanggup ia mengerti. Di tengah kerumitan itu, hadir pula Karin. Sosok perempuan yang tampak begitu sempurna, kontras dengan Ziva yang penuh retakan. Karin adalah cerminan dari segala hal yang Ziva impikan, ia bersinar, utuh, dan memiliki posisi yang mungkin tak bisa digantikan di sisi Kavin sekarang. Di antara mereka, ada Enzo. Seseorang yang hadir seperti sisa cahaya di ujung senja, hangat, menenangkan, namun menyadari bahwa hati yang ingin ia tuju mungkin tidak pernah benar-benar kosong. Hujan pernah menjadi pemisah yang paling kejam, dan kini ia menjadi pengingat tentang semua yang telah hilang. Di antara pahitnya jarak dan dinginnya sisa air mata, ada satu permohonan yang tersisa : Agar rintik yang sama datang kembali, untuk menuliskan ulang sebuah kisah yang sempat terhenti... sebelum semuanya benar-benar terhapus oleh waktu. Karena bagaimanapun cara semesta bekerja untuk memisahkan, hati selalu berharap ia akan menemukan jalan pulang kepada pemiliknya... bahkan jika ia harus menunggu hingga hujan terakhir berhenti turun. ⚠️ ORIGINAL WORK. NO PLAGIARISM. Dilarang keras menjiplak ide, plot, maupun karakter dalam cerita ini. Mari saling menghargai karya penulis. ​
Tous Droits Réservés
#3
cintadalamdiam
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Nala dan Mas Juragan
  • EINSTEIN [END]
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • Sweetly Tied
  • Círculo del Destino
  • The Last Yes!
  • Mulih (END)
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • DOMINEX | The Crime Lock

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu