Askara (Asmara Arkana & Amaira) | On-Going

Askara (Asmara Arkana & Amaira) | On-Going

  • WpView
    Reads 133
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 21, 2025
Plagiat dilarang mendekat! ⚠️ . . Tentang si gadis ceria bernama Amaira Nanda Khairunnisa, perjalanan hidup dari kecil hingga remaja. Amaira menemukan pujaan hatinya di sebuah desa kelahirannya, hingga sampai remaja, rasa cintanya itu semakin besar. Sebuah kisah singkat di Desa Bukit Hijau sangat bermakna untuk Amaira, itu menjadi suatu momen yang sangat berharga. Dan, Amaira rindu momen itu. Tidak hanya itu, Amaira menemukan empat perempuan seusiasanya pada saat SMA. Diberi nama "Pentagon" dan mereka berlima menjadi sahabat hingga saat ini. Nikmati perjalanan Amaira dan teman-temannya, ya! Kamu diajak bertualang di dalamnya, banyak momen manis dan lucu. HIGH RANK 🏅 1 #penuliskeren [03/12/2025] 4 #mudik [21/08/2025] . . Start: Selasa, 12 Agustus 2025 End: ? . . Cover by Pinterest Edit by Canva
All Rights Reserved
#2
askara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines