Luruh-RiCHEE X MYU [TERBIT]

Luruh-RiCHEE X MYU [TERBIT]

  • WpView
    Reads 222
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 19, 2025
Bagi Jagat, kamera adalah satu-satunya mata yang ia percayai. Ia merekam fakta, bukan keyakinan; kenyataan, bukan kepercayaan. Maka, ketika proyek dokumenter Facing the Final membawanya ke sebuah desa adat di Bali, ia datang hanya untuk satu hal: gambar yang memukau. Astika, anak seorang pemangku, baru saja kehilangan ayahnya-tokoh spiritual yang dihormati seluruh desa. Sebagai bentuk bakti terakhir, ia menggelar ngaben besar yang berlangsung tujuh hari penuh. Bagi Astika, setiap prosesi adalah janji suci; bagi Jagat, semua itu hanyalah pertunjukan mewah yang menguras waktu dan biaya. Benturan pandangan mereka semakin tajam ketika Jagat melanggar batas: memotret momen yang seharusnya tak pernah dilihat dunia luar. Dari tawa yang dulu mudah mengalir, kini hanya tersisa diam dan jarak. Di antara suara gamelan, aroma dupa, dan riuhnya upacara, keduanya harus memilih: mempertahankan gengsi, atau menurunkan ego untuk memahami makna kehilangan yang sesungguhnya. Karena kadang, yang luruh bukan hanya abu yang terbawa angin... tapi juga hati yang tak lagi mampu saling menggenggam.
All Rights Reserved
#1
luruh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines